Wow, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Jadi Asisten Pelatih Klub Italia Como

Kurniawan Dwi Yulianto masih menunggu terbitnya visa sebelum bergabung dengan Como 1907.

Diterbitkan 13 Januari 2022, 12:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Mirawan, saat dibeli, klub dikeliling mafia, pengaturan skor hingga banyak tunggakan, termasuk listrik dan air. (Simak berita selengkapnya tentangan pembelian Como di tautan ini).

Menunggi Izin Kerja

Sementara itu, kepada Akurasi TV, Kurniawan mengaku belum bisa segera bergabung dengan tim Como. Dia masih menunggu work permit atau izin kerja terlebih dahulu.

"Work permit di Italia lagi enggak ngeluarin, jadi saya masih menunggu. Karena Como satu (program) sama Garuda Select. Jadi sekarang saya lagi tunggu Visa di UK (Inggris) untuk diperbantukan dulu di sana," kata Kurniawan.

Hal ini dibenarkan Kurniawan saat dihubungi Liputan6.com. Dia mengaku masih menunggu visa. 

Garuda Select memang program pembibitan pemain usia muda asal Indonesia yang menimba ilmu sepak bola di Inggris. 

 

Profil Kurniawan

Kurniawan Dwi Yulianto tentu bukan nama asing bagi sepak bola Indonesia. Pria kelahiran Magelang ini merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Namanya melejit melalui program pembinaan usia muda Timnas PSSI Primavera tahun 1993. Bersama beberapa pemain lainnya, Kurnaiwan bahkan pernah dipercaya menjadi bagian dari tim Sampdoria Primavera tahun 1994.

Selanjutnya dia bergabung dengan klub yang bermain di Liga Swiss, FC Luzern selama setahun. 

Sepulang dari luar negeri, Kurniawan bermain di sejumlah klub besar di Indonesia. Mulai dari Pelita Bakrie, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, hingga Persija Jakarta. Di era keemasannya, Kurniawan juga menjadi andalan timnas Indonesia di berbagai kompetisi, termasuk Piala AFF atau Piala Tiger. 

Sebutan si Kurus

Sepanjang kariernya sebagai pesepak bola, Kurniawan mendapat julukan Si Kurus oleh pencinta sepak bola Indonesia. Julukan itu didapat Kurniawan sejak berlaga di Piala Tiger 1996.

Julukan yang diberikan kepada Kurniawan ini sama dengan julukan yang diberikan legenda Timnas Indonesia, mediang Ronny Pattinasarany. Alasan di balik pemberian julukan itu juga tak jauh-jauh dari fisik. 

Baik Ronny ataupun Kurniawan sama-sama memiliki perawakan kurus. Perawakan ini membuat Kurniawan bermain cukup lincah sebagai striker.

Jadi Pelatih

Setelah pensiun sebagai pemain, Kurniawan melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Hingga saat ini, Kurniawan tercatat pernah menjabat sebagai asisten pelatih timnas Indonesia senior dan U-23. 

Sebelum bergabung ke Como 1907, Kurniawan juga sempat menangani tim Malaysia, Sabah FA. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan