Piala AFF 2020, Catatan Perjalanan Peserta Grup B: Indonesia 5 Kali Tembus Final

Selama sebelas kali digelar sejak tahun 1996, Timnas Indonesia belum pernah sekali pun mengangkat trofi juara Piala AFF. Prestasi terbaik Skuad Garuda hanya mencapai final dan menjadi runner up saja.

Diterbitkan 03 Desember 2021, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada Piala AFF 2020 yang nantinya akan bergulir pada Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 mendatang, Timnas Vietnam pun diprediksi akan mempertahankan gelar Piala AFF yang telah diraihnya pada 2018 lalu.

Malaysia

Selain Indonesia dan Vietnam, Timnas Malaysia juga selalu turut berpartisipasi dalam setiap edisi Piala AFF. Namun, Malaysia baru sekali saja merasakan gelar juaranya pada 2010.

Timnas Malaysia dinilai akan menuntaskan rasa penasaran mereka di Piala AFF 2020 ini. Sebab, pada edisi sebelumnya tim berjulukan Harimau Malaya ini hanya menjadi runner up.

Posisi kedua didapat Malaysia setelah dikalahkan Vietnam di partai final Piala AFF 2018. Pada leg pertama, Malaysia menahan imbang 2-2. Namun, pada leg kedua Vietnam sanggup mengubur impian skuad Tan Cheng Ho dengan kemenangan 1-0. Alhasil, Vietnam berhasil keluar sebagai juara dengan agregat 3-2.

Hasil tersebut membuat Malaysia menjadi kontestan terbanyak kedua yang merasakan menjadi runner up. Sebelum 2018, mereka pernah finis di posisi dua pada 2014 dan 1996.

 

Laos

Tidak banyak hal yang bisa dibanggakan Laos sepanjang keikutsertaannya di Piala AFF. Bagi mereka, meraih satu kemenangan pun sudah terbilang memuaskan.

Sejak Piala AFF digelar pada 1996 (dahulu bernama nama Tiger Cup), Laos hanya mampu mengoleksi dua kemenangan. Itu pun di edisi pertama dan 2004. Bahkan, di Piala AFF 2016, Laos gagal lolos kualifikasi.

Dari total 37 pertandingan yang dijalani, sebanyak 31 di antaranya berakhir dengan kekalahan dan mereka sudah kemasukan 141 gol. Jumlah tersebut menjadikan Laos sebagai tim dengan pertahanan terburuk sepanjang sejarah AFF.

Bagi masyarakat Laos, sepakbola adalah kehidupan. Olahraga satu ini sangat digandrungi oleh berbagai lapisan masyarakat, walaupun di kompetisi internasional selalu menjadi bulan-bulanan kesebelasan lain.

Apalagi, Laos akan diperkuat Billy Ketkeophomphone yang membela klub Ligue 2, USL Dunkerque. Striker berusia 31 tahun itu dinaturalisasi lantaran memiliki darah Laos dari kedua orangtuanya yang bermigrasi ke Perancis.

Billy sudah melanglang buana di kompetisi Eropa. Bahkan, Billy juga sempat merumput dengan klub Ligue 1, Angers SCO. Pengalamannya ini bisa mendorong Laos agar terlepas dari julukan underdog.

 

Kamboja

Dalam sejarah kompetisi di Asia Tenggara, Kamboja dinilai tak masuk ke dalam daftar negara dengan kekuatan besar. Namun, bukan berarti tim berjuluk Angkor Warriors itu bisa diremehkan.

Meski Kamboja tak punya sejarah bagus di Piala AFF, mereka diprediksi masih bisa mempersulit lawan-lawannya bahkan menjadi kuda hitam.

Kamboja bakal datang ke Piala AFF 2020 dengan membawa modal positif. Tim berjuluk Angkor Warriors tersebut menuai kemenangan dalam dua laga terakhir mereka.

Menghadapi Guam pada play-off kualifikasi Piala Asia 2023, Kamboja mampu merebut dua kemenangan. Pada pertemuan pertama 10 Oktober lalu, Kamboja menang 1-0.

Pada leg kedua Kamboja kembali meraih kemenangan dengan skor 2-1 sehingga berkah lolos ke babak selanjutnya usai menang agregat 3-1.

Penulis: Rafi Abdul Rochim

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan