Bola Ganjil: George Raynor Dihargai di Negara Orang, Diabaikan Negeri Sendiri

George Raynor mencapai berbagai kesuksesan di luar negeri, tapi diabaikan negara sendiri. Ini adalah kisahnya.

Diterbitkan 29 April 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Piala Dunia 1958

 

Berkat bantuan asosiasi lokal, Raynor mampu mengatasi masalah itu dengan baik. Dia membawa Swedia menduduki peringkat tiga Piala Dunia 1950 menggunakan skuat baru.

Dua tahun berselang, Raynor kembali membentuk tim dalam upaya mempertahankan medali Olimpiade. Swedia mampu melangkah hingga semifinal, tapi tidak berdaya di hadapan Hungaria yang memiliki Nandor Hidegkuti, Sandor Kocsis, dan Ferenc Puskas.

Meski begitu, mereka bangkit di laga perebutan tempat ketiga melawan Jerman Barat untuk merebut medali perunggu.

Namun Swedia gagal lolos ke Piala Dunia 1954. Raynor mengikuti jejak pemain andalannya dan pergi ke Italia. Dia melatih Juventus dan Lazio sebelum pulang menangani Coventry City. Sampai Swedia kembali memanggil. Raynor diidentifikasikan sebagai sosol ideal yang bisa membantu mereka tampil maksimal saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1958.

Tumbang di Hadapan Pele

Raynor menyusun rencana demi membangun tim idaman. Dia kembali berkeliling Swedia untuk mencari dan melatih pemain. Raynor juga sukses meyakinkan federasi agar mengizinkan pemain profesional membela timnas.

Trio Nordahl bersaudara pada titik ini sudah pensiun. Namun Gren, Liedholm, Lennart Skoglund, dan Kurt Hamrin akhirnya masuk skuat.

Usai melewati Wales, Meksiko, dan Hungaria di fase grup, Swedia menaklukkan Uni Soviet pada perempat final. Mereka kemudian menghadapi juara bertahan Jerman Barat. Sempat tertinggal, Swedia sukses membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol.

Meladeni Brasil di final, Raynor percaya Swedia bisa menang jika unggul terlebih dahulu. Mereka mendapatkannya berkat gol Liedholm di menit keempat.

Namun, Raynor tidak memperhitungkan remaja bertalenta bernama Pele. Mereka akhirnya tumbang 2-5. Meski begitu, status runner-up Piala Dunia 1958 masih menjadi capaian terbaik Swedia di turnamen besar hingga saat ini.

Tidak Ada Penjelasan

Sayang capaian itu tidak cukup bagi Inggris untuk memberinya pekerjaan berarti. Raynor terasing di Skegness Town. Di sisi lain, FA tidak pernah memberi alasan mengapa mengabaikan Raynor.

Meski begitu, dia sempat membalas dendam kepada pemangku jabatan. Kembali ke Swedia bekerja paruh waktu, Raynor membantu The Yellow Vikings menaklukkan Inggris di hadapan pendukung sendiri pada Oktober 1959.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan