Tinggalkan MU, 5 Pemain Ini Menyesal

Sejauh ini faktor terbesar untuk kesuksesan MU adalah generasi pemain legendaris yang telah menghiasi dari waktu ke waktu.

Diterbitkan 28 Maret 2021, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manchester - Manchester United atau MU tidak diragukan lagi adalah salah satu nama pertama yang muncul di benak Anda saat memikirkan tim sepak bola terbesar di dunia. Terlepas dari kesulitan saat ini, MU adalah klub yang harus dikalahkan selama masa kejayaan Sir Alex Ferguson di 1990-an dan paruh pertama 2000-an.

Seseorang tidak bisa membicarakan topik kesuksesan MU tanpa memperhatikan kontribusi tak ternilai dari manajer legendaris Sir Matt Busby. Selain memimpin MU ke Piala Eropa pertama, dia membangun tim dengan pemain muda dan bakat mentah - yang menjadi bagian penting dari DNA MU.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap kesuksesan MU adalah tentu saja para penggemar mereka. Tim yang bermarkas di Old Trafford ini menjadi salah satu klub yang paling didukung di dunia.

Namun, sejauh ini faktor terbesar untuk kesuksesan MU adalah generasi pemain legendaris yang telah menghiasi dari waktu ke waktu. The Busby Babes, Bobby Charlton, Denis Law, George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, The Class of '92, Peter Schmeichel, Roy Keane, Andy Cole, Dwight Yorke, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic dan Cristiano Ronaldo hanyalah beberapa pemain yang merupakan pemain hebat di Old Trafford.

Sementara itu, banyak dari para pemain ini pindah dari Old Trafford dengan kenangan indah. Namun, ada juga beberapa pemain yang meninggalkan MU dengan kurang baik dan akhirnya menyesalah.

Siapa saja mereka? Berikut 5 pemain yang menyesal meninggalkan MU.

 

Saksikan Video Manchester United di Bawah Ini

5. Gabriel Heinze

Sebelumnya Patrice Evra menjadikan posisi bek kiri miliknya di Manchester United, posisi itu ditempati Gabriel Heinze. Bek asal Argentina itu didatangkan MU dari Paris Saint-Germain dengan harga 6,9 juta pound.

Debut Heinze bersama MU spektakuler dengan mencetak satu gol saat menghadapi Bolton Wanderers. Dia melanjutkan penampilan mengesankannya di laga-laga berikutnya. Penampilan spektakuler Heinz diganjar dengan penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year.

Namun, cedera melawan Villareal di Liga Champions pada awal musim membuat Heinze harus absen sepanjang musim. MU pun mendatangkan Partice Evra.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Karena posisinya direbut Evra, Heinze lalu dimainkan sebagai bek tengah karena MU krisis cedera. Dia pun kecewa dengan kehidupan di Old Trafford. Kendati mengangkat trofi Liga Inggris, Heinze menuntut transfer ke Liverpool menjelang akhir musim. Hal ini benar-benar merusak hubungannya dengan Manajer MU Sir Alex Ferguson. MU menolak tawaran Liverpool dan Heinze akhirnya pindah ke Real Madrid. Dia menjadi pemain MU ketiga yang pindah ke Los Blancos setelah David Beckham dan Ruud van Nistelrooy. Ferguson marah dengan transfer tersebut dan menuduh Real Madrid mengontrak Heinze dalam upaya untuk memikat Cristiano Ronaldo, yang punya hubungan dekat dengan pemain Argentina itu. Setelah bertahun, Heinze akhirnya berbicara tentang penyesalannya meninggalkan Old Trafford. "Saya menghabiskan tiga tahun di Manchester dan mengalami beberapa momen hebat dan saya sangat menyesal (meninggalkan klub)," katanya. "Saya mengambil keputusan dan melihat ke belakang, saya menyesalinya karena itu berarti meninggalkan klub yang hebat dan pendukung mereka." Sementara itu, Ferguson mengaku tidak memiliki masalah dengan Heinze. "Saya pikir dia memiliki agen buruk yang merekayasa situasi dan mencoba menipu (kepala eksekutif) David Gill. Saya tidak punya masalah dengan Gabby. Dia adalah pemain yang fantastis bagi kami, seorang pejuang. Dia hanya menerima nasihat yang buruk," ucapnya.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan