3 Skandal Pengaturan Skor yang Menghebohkan di Indonesia

Berikut tiga skandal pengaturan skor yang menghebohkan di Indonesia sebelum kasus delapan atlet bulutangkis.

OlehThomas
Diterbitkan 08 Januari 2021, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sembilan orang tersebut adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Harlusdityo, Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Robertus Riza Raharjo, Zulhilmi Fatturohman. Nama terakhir merupakan ofisial tim.

Hukuman berat ini sesuai dengan peraturan pelaksanaan IBL bab 4 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi "Apabila terdapat salah satu personel klub IBL yang terbukti melakukan game fixing (pengaturan skor), maka personel klub iBL tersebut akan dikenakan sanksi minimal Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) dan tidak boleh mengikuti seluruh kegiatan PT BBI seumur hidup".

Hukuman ini harus diberikan karena mereka melakukan tindakan yang tak bisa ditolerir," kata Commissioner IBL saat itu, Hasan Gozali.

Johan Ibo 2015

Skandal pengaturan skor menimpa sepak bola nasional pada 2015 lalu. Pemain Persiba Bantul Johan Ibo digelandang ke Mapolrestabes Surabaya pada 8 April 2015 akibat tertangkap tangan ingin menyuap pemain Pusamania Borneo FC.

Ibo datang ke hotel tempat pemain PBFC menginap. Ibo diduga ingin membahas transaksi agar memenangkan Persebaya.

Ibo mengirimkan SMS kepada tiga pemain PBFC. Manajemen klub kemudian memancing Ibo dan menggerebeknya. Ibo kemudian diamankan pihak keamanan. Namun kemudian dilepas karena polisi tak memiliki cukup bukti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan