Bola Ganjil: Tolak Anak Pejabat, Pele dari Rusia Terima Hukuman Berbau Politis

Eduard Streltsov dalam perjalanan jadi salah satu striker terbaik dunia sebelum hukuman berbau politis diterimanya. Simak cerita sang pemain.

Diterbitkan 05 Desember 2020, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki julukan Pele dari Rusia, Eduard Streltsov bukanlah penyerang sembarangan bagi Torpedo Moscow. Gaya bermain yang berlawanan dengan karakter sepak bola tanah kelahirannya membuat namanya mencuat.

Dengan kemampuan mencetak gol tinggi, Streltsov pun mengemban status sebagai pemain terbaik Uni Soviet saat Torpedo berkiprah di Piala Winners 1967/1968.

Namun, gemerlap kompetisi Eropa jauh berbeda dari nestapa yang dirasakannya beberapa tahun sebelumnya. Sosok kelahiran 21 Juli 1937 itu kehilangan tujuh tahun karier sepak bola karena masuk penjara.

Streltsov dituduh memperkosa. Banyak yang menganggap vonis tersebut memiliki motif politis.

Pada akhirnya menempati posisi empat daftar top skor sepanjang masa Uni Soviet dan menempati posisi tujuh Ballon d'Or 1957, kita hanya bisa berandai-andai seperti apa capaian Streltsov jika dirinya tidak dipenjara.

Saksikan Video Bola Uni Soviet Berikut Ini

Tuduhan Memperkosa

Lahir dan besar di timur Moskow, Eduard Anatolyevich Streltsov bergabung dengan Torpedo di usia 16 tahun. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menarik perhatian.

Streltsov langsung dipercaya tampil membela negara dua tahun kemudian. Dia juga jadi bagian skuat yang memenangkan medali emas di Olimpiade Melbourne 1956.

Namun setelah itu Streltsov terjerat skandal. Dia dituduh memperkosa perempuan bernama Marina Lebedeva jelang Piala Dunia 1958.

Dijanjikan tetap bisa membela timnas jika mengaku, Streltsov akhirnya menurut meski tidak ada bukti kuat. Penuntut pun tidak menepati ikrar. Sistem hukum justru menjerat Streltsov vonis 12 tahun masuk kamp buruh Uni Soviet atau Gulag.

Ditelisik, kasus bermula setahun sebelumnya. Muda, tampan, dan pintar berbusana, Streltsov dikenal sebagai pemikat perempuan. Salah satu yang tertarik dengannya adalah Svetlana Furtseva, putri anggota perempuan pertama Politbiro Ekaterina Furtseva. Politbiro adalah organisasi eksekutif untuk Partai Komunis.

Ekaterina lalu menjodohkan Streltsov dengan Svetlana saat menghadiri pesta di Kremlin, awal 1957. Namun, Streltsov menolak karena sudah bertunangan. Dalam pengaruh alkohol, Streltsov kemudian didengar mempermalukan Svetlana. Perilaku ini jelas mempermalukan Ekaterina yang dekat dengan pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Streltsov memang bertunangan dengan Alla Demenko sebelum mengikuti Olimpiade. Mereka kemudian menikah pada Februari 1957 jelang bergulirnya kompetisi. Asosiasi Sepak Bola Uni Soviet mengkritik pemilihan waktu upacara tersebut karena dianggap mengganggu. Partai Komunis juga curiga Streltsov bakal membelot ke barat setelah diketahui beberapa klub Prancis dan Swedia ingin menggunakan jasanya. Propaganda untuk menjelek-jelekan pun dimulai. Sovetsky Sport, koran olahraga resmi pemerintah, mendiskreditkannya setelah mendapat kartu merah pada pertandingan di Odessa, April 1957.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan