Bola Ganjil: Tolak Anak Pejabat, Pele dari Rusia Terima Hukuman Berbau Politis

Eduard Streltsov dalam perjalanan jadi salah satu striker terbaik dunia sebelum hukuman berbau politis diterimanya. Simak cerita sang pemain.

Diterbitkan 05 Desember 2020, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Streltsov memang bertunangan dengan Alla Demenko sebelum mengikuti Olimpiade. Mereka kemudian menikah pada Februari 1957 jelang bergulirnya kompetisi.

Asosiasi Sepak Bola Uni Soviet mengkritik pemilihan waktu upacara tersebut karena dianggap mengganggu. Partai Komunis juga curiga Streltsov bakal membelot ke barat setelah diketahui beberapa klub Prancis dan Swedia ingin menggunakan jasanya.

Propaganda untuk menjelek-jelekan pun dimulai. Sovetsky Sport, koran olahraga resmi pemerintah, mendiskreditkannya setelah mendapat kartu merah pada pertandingan di Odessa, April 1957.

Pengaruh Khrushchev

Sebulan berselang, Streltsov dan anggota timnas diundang menghadiri pesta oleh pejabat militer Eduard Karakhanov.

Seluruh anggota skuat sebenarnya diminta melapor, tapi Streltsov melanggar. Bersama kedua rekannya Mikhail Ogonkov dan Boris Tatushin, tetap datang. Di sana dia bertemu Lebedeva untuk kali pertama. Pada keesokan paginya, ketiga pemain ditangkap karena memperkosa Lebedeva.

Tidak ada bukti kuat peristiwa itu terjadi. Keterangan Lebedeva juga rancu. Namun, banyak yang sadar Streltsov mustahil diselamatkan. Pelatih timnas saat itu Gavriil Kachalin bahkan mengklaim Khrushchev memiliki pengaruh kuat dalam jeratan tersebut, dipicu dendam pribadi Ekaterina.

Dalam persidangan, penuntut tidak memiliki kuat untuk mendukung tuduhan. Sementara Nikita Simonyan, rekan Streltsov di timnas, mengungkap skenario lain. Berbicara pada 2006, dia yakin Streltsov meniduri Lebedeva. Tapi dia ragu apakah eks temannya memperkosa.

Vonis akhirnya dijatuhkan. Demenko langsung menceraikan Streltsov yang menjalani hukuman di kamp buruh. Selain itu, Streltsov juga dilarang kembali terlibat aktivitas sepak bola.

Sementara Ogonkov dan Tatushin menerima sanksi serupa dalam durasi tiga tahun, tapi tidak boleh membela timnas seumur hidup.

Di kamp buruh, Streltsov langsung jadi korban kekerasan. Dia menghabiskan empat bulan di rumah sakit penjara karena menderita berbagai cedera.

Pada saat bersamaan, Uni Soviet terbang ke Swedia untuk mengikuti Piala Dunia. Mereka dikalahkan tuan rumah 0-2 di perempat final, meski sempat menang 6-0 ketika Streltsov melakoni debut internasional pada 1955.

Pengaruh negatif juga dirasakan Torpedo. Usai finis di urutan dua pada 1957, mereka terjerembab ke peringkat tujuh setahun berselang. Kinerja Torpedo kemudian membaik berkat kehadiran Gennadi Gusarov yang mempersembahkangelar ganda berupa juara liga dan piala domestik 1960. Namun, Torpedo kembali melempem setelah Gusarov dijual ke Dynamo Moscow.

Kembalinya Streltsov

Streltsov dibebaskan pada Februari 1963 ketika menjalani lima tahun hukuman. Dia kemudian bekerja di ZiL, pabrik otomotif dan alat berat, sembari belajar teknik mesin.

Namun, Streltsov juga mulai bermain untuk tim pabrik. Kehadirannya menarik perhatian banyak penonton.

Dukungan massa tersebut kemudian berbuah permintaan agar pemerintah mengampuni Streltsov. Momen emas untuk mengajukan penghapusan dosa datang pada Oktober 1964 ketika Leonid Brezhnev menggantikan Khrushchev. Tidak salah, Brezhnev akhirnya mencoret hukuman sebelumnya.

Streltsov akhirnya mendapat izin kembali ke Torpedo sebelum kompetisi 1965 dimulai. Walau kekuatan dan kelincahan berkurang, dia beraksi seakan tidak pernah menghilang.

Pada musim pertamanya Streltsov membantu Torpedo menjuarai liga. Penghargaan lain berupa Pemain Terbaik Uni Soviet 1967 dan 1968 serta Piala Uni Soviet 1968 menyusul.

Juga kembali masuk timnas, dia kemudian pensiun pada 1970. Setelahnya Streltsov sempat menangani berbagai level usia tim Torpedo.

Streltsov meninggal dunia tahun 1990 karena kanker kerongkongan. Enam tahun berselang, namanya diabadikan menjadi markas kebanggaan Torpedo. Sosoknya juga diabadikan lewat patung di luar stadion serta Kompleks Olimpiade Luzhniki.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan