4 Blunder Fatal Presiden Real Madrid Florentino Perez, Salah Satunya Proyek Los Galacticos

Selama Florentino Perez menjabat sebagai Presiden Real Madrid, dia pernah beberapa kali mengambil keputusan yang salah.

Diterbitkan 22 Juni 2020, 14:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Merasa khawatir dengan perannya dan menyadari banyak rekan setimnya yang bergaji jauh lebih tinggi daripada dirinya, Makelele meminta Perez untuk menaikkan nilai kontraknya. Tapi, Perez menolak.

Sang presiden klub kemudian malah menjual Makelele ke Chelsea dengan harga 20 juta euro pada 2003. Ia membantu The Blues meraih dua gelar Premier League secara beruntun. Di sisi lain, Real Madrid malah terpuruk setelah kepergiannya.

— RMadridHome (@RMadridHome_) February 18, 2017

3. Proyek Galacticos

Florentino Perez melontarkan janji setinggi langit menjelang pertama kali jadi presiden Real Madrid pada 2000. Ia menjanjikan proyek Galacticos, dengan cara bermanuver agresif di bursa transfer. Inti dari proyek ini adalah merekrut pemain-pemain hebat dan mahal. 

Perez menepati janjinya. Dia langsung gila-gilaan di bursa transfer dengan memboyong Luis Figo dari Barcelona dengan banderol 60 juta euro. Perez juga merekrut Zinedine Zidane (72 juta euro), Ronaldo Nazario (45 juta euro), dan David Beckham (25 juta euro). 

Namun, kebijakan Perez memboyong pemain berdasar reputasi dan market ternyata menjadi blunder. Memang benar, proyek Galacticos sukses dari sisi marketing. Tapi, hasil di lapangan bertolak belakang, membuat Real Madrid tanpa gelar untuk tiga musim pada 2002-2003 hingga 2006-2007. 

 

4. Melepas Cristiano Ronaldo

Florentino Perez mau tak mau harus mengakui menjual Cristiano Ronaldo ke Juventus pada musim panas 2018 adalah kesalahan fatal. Dia belum menemukan pengganti Ronaldo dan gelontoran golnya yang luar biasa. 

Selama di Real Madrid, Ronaldo mencetak 450 gol dalam 438 laga dan mencatatkan 44 hattrick. Ia berperan penting dalam kesuksesan klub di kancah domestik maupun Eropa. 

Tapi, Florentino Perez tak menghargai Ronaldo dengan cara sama seperti yang dilakukan Barcelona terhadap Lionel Messi. 

"Saya merasa di dalam klub, terutama dari presiden klub, bahwa mereka tak lagi memandang saya dengan cara yang sama seperti pada masa awal," kata Ronaldo ke France Football pada Oktober 2018.

"Selama empat atau lima tahun pertama di sana, saya memiliki perasaan menjadi Cristiano Ronaldo. Setelah itu berkurang banyak. Presiden menatap saya melalui mata yang tidak ingin mengatakan hal yang sama, seolah-olah saya tidak lagi diperlukan oleh mereka, jika Anda tahu apa yang saya maksud." 

"Itulah yang membuat saya memikirkan untuk pergi. Terkadang saya membaca berita, ketika mereka bilang saya ingin pergi. Memang sedikit seperti itu, tapi yang sebenarnya saya selalu merasa presiden klub tak akan menahan saya. Jika ini semua tentang uang, saya pindah ke China, di mana saya mendapat gaji lima kali lipat dibanding di sini (Juventus) atau di Real."   

"Saya datang ke Juventus bukan untuk uang. Gaji saya sama seperti di Madrid. Perbedaannya, di Juve mereka benar-benar menginginkan saya. Mereka bilang itu dengan jelas. Mereka menunjukkannya kepada saya," sambung Ronaldo. 

Sumber: Ronaldo.com 

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri/Yus Mei Sawitri, published 22/6/2020) 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan