Sukses

UEFA Geser Waktu Bursa Transfer Pemain ke Oktober

Jakarta UEFA  akhirnya menentukan waktu bursa transfer untuk musim ini. Otoritas tertinggi sepak bola Eropa itu meminta semua anggota asosiasinya untuk mengadopsi tanggal 5 Oktober mendatang sebagai batas waktu bursa transfer musim panas 2020.

UEFA berharap tanggal tersebut bisa disepakati agar seluruh sepak bola Eropa memiliki tanggal seragam soal deadline bursa transfer musim panas 2020.

Adanya pandemi virus corona memang telah menyebabkan kekacauan pada kalender sepak bola di seluruh dunia. Hampir semua liga pun menghentikan kompetisinya sejenak hingga setidaknya selama tiga bulan. Bahkan Piala Eropa 2020 terpaksa mundur pada 2021.

UEFA memilih menunda Piala Eropa untuk memfasilitasi liga-liga yang terhenti agar menyelesaikan kompetisi pada musim panas ini.

Tentu saja penundaan kompetisi liga tersebut memberi dampak besar pada bursa transfer pemain yang biasanya digelar pada awal Juni. Karena itu, UEFA ingin semua liga di Eropa menerapkan tanggal 5 Oktober sebagai tenggat waktu dalam bursa transfer musim panas ini.

Sementara UEFA juga menetapkan 6 Oktober sebagai kesempatan terakhir bagi para klub untuk mendaftarkan para pemain ke Liga Champions dan Liga Eropa pada musim depan.

Batas waktu pendaftaran pemain untuk babak penyisihan grup kompetisi klub UEFA 2020-21 telah ditetapkan pada 6 Oktober 2020,” bunyi pernyataan UEFA.

“Sebagai hasilnya, Komite Eksekutif UEFA meminta semua asosiasi anggota untuk mengadopsi tanggal akhir yang seragam pada bursa transfer musim panas mendatang, dengan tanggal ini ditetapkan sebagai 5 Oktober 2020,” seperti yang tertulis pernyataan tersebut.

2 dari 2 halaman

4 Kompetisi Elite Masih Berjalan

Hingga saat ini empat kompetisi elite Eropa: Inggris (Premier League), La Liga (Spanyol), Bundesliga (Jerman), dan Serie A (Italia), masih berjuang menuntaskan kompetisinya.

Pandemi virus corona membuat pertandingan di kompetisi di atas digelar tanpa menghadirkan penonton.

Asosiasi Sepakbola Profesional Prancis (LFP) malah memilih menyetop total kompetisi sekaligus mendapuk PSG sebagai kampiun walau pertandingan-pertandingan Ligue 1 belum kelar. Sementara itu di Belanda lebih parah lagi. Kompetisi dihentikan tanpa menghadirkan tim juara.

Sumber: UEFA

Disadur dari: Bola.com

Penulis/Editor: Ario Yosia