10 Pesepak Bola Berdarah Indonesia yang Berkarier di Eropa, Hanya 2 yang Murni WNI

Dari 10 pesepak bola yang berkarier di Eropa, hanya dua yang merupakan Warga Negara Indonesia.

Diperbarui 08 Juni 2020, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Radja, yang lahir di Antwerp, Belgia, telah ditinggalkan Marianus sejak masih kanak-kanak. Kala itu, sang ayah memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Pada 2014, Radja sempat mengunjungi Indonesia. Pemain pinjaman Cagliari dari Inter Milan ini mencari ayahnya dan mencoba memaafkan Marianus.

Namun, bukan kasih sayang yang didapat Radja dari ayahnya. Perlakuan tak sopan malah diterima pemain yang memilih membela Timnas Belgia tersebut.

"Saya pulang ke Indonesia pada 2014. Saya ingin memberikan ayah kesempatan sekali lagi. Saya ingin bisa memaafkannya. Tapi dia mengabaikan saya dan malah meminta uang kepada saya," imbuh  Nainggolan.

Emil Audero (Sampdoria, Italia)

Emil Audero tercatat lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 18 Januari 1997. Namun, kiper Sampdoria itu lebih memilih untuk menjadi warga negara Italia dan memperkuat Timnas Italia kelompok usia.

Ayah Emil, Edy Mulyadi, adalah orang Indonesia tulen. Sementara sang ibu, Antonella Audero, merupakan warga Italia.

Saat usianya baru berumur setahun, atau pada 1998, Emil pindah ke Italia. Kiper dengan tinggi 192 cm ini membangun karier sepak bolanya bersama Juventus sebelum dijual ke Sampdoria pada 2019.

Pada tahun lalu, Emil mengunjungi Lombok, NTB untuk berlibur bersama kekasihnya.

"Kapan pun saya bisa kembali ke Indonesia, pasti akan ke sana. Walaupun jauh, itu sepadan. Ayah saya berasal dari Lombok. Saya juga lahir di sana. Tapi kami lebih lama menghabiskan hidup di Turin, tempat asal ibu saya, tepatnya daerah Cumiana. Budaya Indonesia dan Italia sama-sama mempengaruhi diri saya," ujar Audero dinukil dari Dugout.

"Biasanya, budaya Italia akan aktif dengan sendirinya saat saya sedang menjalani pekerjaan sebagai atlet. Menghadapi hal-hal kompleks yang perlu banyak persyaratan harus dibutuhkan kesabaran. Saat seperti itu, budaya Italia lebih mempengaruhi saya. Sementara untuk kehidupan sehari-hari, hal-hal yang lebih santai dan tenang, budaya Indonesia lebih kuat. Oleh karena itu, budaya Indonesia lebih kuat. Lebih sering saya terapkan," tutur Emil.

Sandy Walsh (Zulte Waregem, Belgia)

Pemain keturunan Indonesia lain yang merintis karier di Eropa adalah Sandy Walsh. Bek berusia 25 tahun itu saat ini memperkuat Zulte Waregem di Liga Belgia.

Darah Indonesia Sandy Walsh berasal dari ibunya, Brigitta Portier. Orang tua sang ibunda, atau kakek dan nenek Sandy Walsh, berasal dari Surabaya dan Purworejo.

Sandy Walsh juga berulang kali mengutarakan niatnya untuk dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Namun, keinginan pemain kelahiran Brussels, Belgia itu masih belum terwujud.

"Bukan soal Timnas Indonesia, saya juga cinta negaranya. Saya sudah berkunjung ke sana sebanyak 2-3 kali. Dan setiap kali saya ke sana, saya merasa ingin di Indonesia, bukan di Eropa. Karena setiap kali saya di Indonesia, saya merasa bahagia cuacanya juga bagus. Jadi bukan soal Timnas Indonesia. Timnas adalah bonus," ucap Sandy Walsh di YouTube BangBes. 

"Saya ingin menjadi Warga Negara Indonesia bukan karena uang. Memang saya bermain sepak bola karena uang, tapi untuk timnas beda cerita. Sebuah kebanggaan kalau bisa bermain untuk Timnas Indonesia. Untuk semua dukungan yang saya terima dari followers walaupun itu berasal dari tempat sangat jauh. Pesan penyemangat kalian, saya ingin membalas dukungan itu."

"Sebagai seorang pemain sepak bola, saya selalu memikirkan tim nasional. Saya selalu menonton Piala Dunia, Piala Eropa, bahkan Piala Asia, dan Piala Afrika. Saya diskusi banyak dengan kakek saya. Dia orang Indonesia. Dia Tinggal di Belgia dan bilang kalau kamu bisa bermain untuk Timnas Belanda, salah satu tim terbaik. Tapi juga harus diingat, kamu juga bisa bermain untuk Timnas Indonesia. Negara yang sangat mencintai sepak bola, sangat indah," terang Sandy Walsh.

Pemain Lainnya

Joey Suk (HNK Gorica, Kroasia)

Joseph Simatupang (Blackburn Rovers, Belanda)

Navarone Foor (Vitesse Arnhem, Belanda)

Benjamin van Leer (Ajax Amsterdam, Belanda)

Thom Haye (ADO Den Haag, Belanda)

Disadur dari Bola.com (Penulis Muhammad Adiyaksa / Editor Wiwig Prayugi, Published 7/6/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Bogi Triyadi, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan