Sukses

AC Milan Absen di Kompetisi Eropa Jika Serie A Bernasib Seperti Ligue 1

Liputan6.com, Milan- Nasib Liga Italia Serie A musim 2019-2020 masih tak menentu. Perbedaan pendapat soal protokol keamanan masih terjadi antara pemerintah Italia dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora kini mengeluarkan ancaman jika tak ada kesepakatan soal protokol keamanan maka pemerintah Italia akan mengumumkan Serie A musim ini telah berakhir alias tak dilanjutkan.

Protokol keamanan dari FIGC meliputi mengisolasi para pemain dalam suatu retret pelatihan, memberi mereka tes Swab COVID-19 dan tes darah secara rutin, struktur sanitasi dan membatasi personel di stadion.

Namun protokol dari FIGC itu itu dianggap "tidak memadai" oleh komite ilmiah Pemerintah yang dibentuk untuk menganalisis kembalinya praktik kerja.

Jika tak mencapai kesepakatan dan pemerintah Italia memutuskan Serie A musim 2019-2020 dinyatakan berakhir, AC Milan bakal sangat dirugikan.

Seandainya tak dilanjutkan dan Serie A akan mengikuti cara yang dilakukan Liga Prancis maka AC Milan takkan main di kompetisi Eropa musim depan.

 

 

2 dari 3 halaman

Ligue1

Seperti diketahui Ligue 1 secara resmi dibatalkan pada Kamis (30/4/2020). Paris Saint Germain dinyatakan sebagai juara. Pengelola Ligue 1 memutuskan klasemen akhir dihitung menggunakan poin per pertandingan, untuk meratakan situasi di mana beberapa tim telah memainkan lebih banyak pertandingan daripada yang lain.

Bila Serie A memakai sistem yang sama, Calciofinanza.it telah melakukan kalkulasi. Empat besar tidak akan berubah yakni Juventus, Lazio, Inter Milan dan Atalanta lolos ke Liga Champions.

Roma dan Napoli akan bermain di Liga Europa. Nah, posisi tujuh akan mengalami perubahan. AC Milan memang ada di posisi tujuh dengan 36 poin dari 26 laga.

3 dari 3 halaman

Posisi Sembilan

Namun jika mengacu skema Ligue 1, AC Milan bakal digeser Hellas Verona dan Parma yang memiliki 35 poin dan baru berlaga 26 kali. AC Milan bakal terpental ke urutan sembilan.

Masalah lain muncul karena di Italia biasanya penghitungan klasemen menggunakan rekor head to head. Parma dan Verona tak memungkinkan dilakukan perhitungan head to head. Kedua tim kemungkinan akan diadu berdasarkan selisih gol. Verona memiliki selisih lebih baik +3. Parma hanya +1.