5 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Saat Work from Home di Tengah Pandemi Corona Covid-19

Ada beberapa hal yang dapat Anda alami ketika melakukan work from home, mulai dari nyeri tangan hingga kaki yang merasakan kram.

Diterbitkan 05 April 2020, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi satu di antara imbauan yang diberikan Pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran virus corona penyebab COVID-19 di berbagai daerah.

Berbagai perusahaan telah menerapkan sistem ini setelah pemerintah memberikan imbauan agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah.

Hal itu berkaitan dengan imbauan lain, yakni agar masyarakat melakukan karantina mandiri.

Pada awalnya, instruksi bekerja dari rumah (WFH) terdengar menyenangkan. Anda tak perlu ke kantor dan menghadapi macet di jalanan, bisa sambil beraktivitas lain di rumah, dan sebagainya.

Hal itu terutama dialami kalangan pekerja kantoran. Namun, bagi mereka yang selama ini bekerja secara remote atau berstatus freelancer, kemungkinan tak banyak terpengaruh dengan instruksi tersebut.

Di sisi lain, ada pula yang tetap menjalankan pekerjaan dengan dedikasi seperti biasa, sehingga bisa jadi Anda lupa dan tak sempat untuk sekadar istirahat, atau merenggangkan badan.

Seiring perpanjangan masa darurat bencana pandemi COVID-19 hingga 29 Mei 2020, instruksi bekerja dari rumah juga diperpanjang.

Anda harus mulai berhati-hati dengan efek samping yang bisa Anda alami dengan rutinitas baru bekerja dari rumah (WFH) ini.

Seperti dilansir dari Huffpost, hal-hal ini bisa terjadi pada tubuh selama Anda bekerja dari rumah sesuai instruksi di masa pandemi virus corona seperti sekarang.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Nyeri Leher dan Bahu

1. Nyeri pada leher dan bahu

Jika leher dan bahu Anda mulai terasa sakit dan nyeri, ubahlah cara berduduk Anda ketika menghadap komputer atau laptop.

Meletakan posisi layar yang sejajar dengan mata dan siku tangan Anda membentuk sudut 90 derajat sangat membantu mengurangi nyeri pada leher dan bahu. Jika menggunakan laptop, mungkin Anda dapat meletakKan laptop pada tumpukan buku agar layar tetap sejajar dengan mata.

Solusi yang lain, perhatikan kembali tata letak ruangan Anda bekerja dan mencari tahu hal apa yang dapat menyebabkan munculnya nyeri leher dan bahu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hindari pula mengerjakan tugas Anda yang ada pada laptop dengan cara duduk di sofa, karena hal tersebut dapat menambah parah sakit atau nyeri punggung yang Anda alami. Lakukan peregangan sesekali dan melakukan aktivitas fisik lainnya untuk menjauhi leher yang kaku akibat tidak banyaknya akvitas fisik yang dilakukan. 2. Mata menjadi lelah Ketika Anda menatap layar laptop atau komputer terlalu lama, hal tersebut menyebabkan mata Anda bekerja lebih keras dari biasanya. Hal ini dapat menyebabkan sakit atau ketegangan pada mata, yang biasanya ditandai dengan sakit kepala, penglihatan yang kabur, mata kering, nyeri leher, dan juga nyeri bahu. Solusi dari masalah ini adalah, carilah cahaya alami seperti cahaya matahri. Anda juga bisa mengistirahatkan mata Anda. Satu di antara caranya adalah dengan metode 20-20-20 yang dianjurkan oleh American Optometric Association, yaitu Anda dapat beristirahat 20 detik, melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (6,096 M), dilakukan setiap 20 menit sekali. Selain itu Anda juga dapat bekerja di dekat jendela agar selalu mendapat cahaya alami dari matahari, dan usahakan posisi Anda membelakangi cahaya tersebut agar tidak terlalu terpapar oleh cahaya layar laptop atau komputer.

Halaman
Show All
Rheza Aditya Gradianto, Jonathan Pandapotan Purba, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan