Sukses

7 Khasiat Jahe bagi Tubuh, Bisa Redakan Mual dan Nyeri Otot

Jakarta- Khasiat jahe tidak selalu dapat dikaitkan dengan bumbu dapur. Jahe, yang sering ditemukan di Asia ini, juga dapat dipakai sebagai obat pereda sakit selama berabad-abad.

Jahe dipercaya punya beragam khasiat untuk menyebuhkan serta berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

Jenis tanaman herba satu ini dapat dijadikan bahan dasar dalam pembuatan obat tradisional, yang kerap diandalkan oleh sebagian orang karena memiliki efek samping lebih sedikit ketimbang obat berbahan kimia

Semisal, jahe dipercaya memiliki sifat antikanker karena mengandung zat yang dapat membunuh sel kanker. 

Jahe juga bermanfaat bagi saluran pencernaan. Sejumlah penelitian mengungkapkan, enzim yang terkandung dalam jahe dapat mengurangi gas yang mengganggu dalam sistem pencernaan.

Anda bisa mendapatkan khasiat jahe apabila mengonsumsinya secara rutin setiap hari.

Di Indonesia, jahe dikonsumsi dalam berbagai bentuk mulai makanan, hingga minuman tradisional seperti jamu atau jenis minuman lain.

Selain bermanfaat bagi tubuh, jahe terjangkau dan mudah didapatkan oleh semua kalangan.

Bola.com merangkum dari Healthline, Selasa (31/3/2010), tujuh kelebihan jahe yang bermanfaat bagi tubuh. 

2 dari 4 halaman

Meredakan Mual

1. Meredakan Mual

Jahe sangat efetif sebagai obat untuk meredakan mual. Jahe telah lama digunakan sebagai obat antimual bagi para nelayan dan pelaut.

Tanaman herba ini juga dapat meredakan mual dan muntah setelah operasi, dan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Jahe akan sangat efektif ketika digunakan untuk meredakan mual yang berhubungan dengan kehamilan, seperti mual di pagi hari.

Menurut 12 penelitian yang melibatkan kurang lebih 1.278 wanita hamil, 1,1-1,5 gram jahe dapat secara signifikan mengurangi gejala mual. 

Meski jahe dianggap aman, bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar jika Anda hamil. Beberapa percaya bahwa mengonsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko keguguran, tetapi saat ini tidak ada penelitian yang mendukung hal ini.

2. Meredakan Nyeri Otot

Jahe telah terbukti efektif melawan nyeri otot akibat olahraga.

Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi dua gram jahe per hari, selama 11 hari, secara signifikan mengurangi nyeri otot pada orang yang melakukan latihan siku.

Jahe tidak memiliki dampak langsung, tetapi mungkin efektif dalam mengurangi perkembangan nyeri otot sehari-hari.

Hal ini diyakini karena jahe mengandung sifat anti-inflamasi.

3 dari 4 halaman

Mengurangi Nyeri Menstruasi

3. Mengurangi Osteoartritis

Osteoartritis adalah peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. 

Dalam uji coba terhadap 247 orang dengan osteoarthritis lutut, mereka yang mengambil ekstrak jahe merasakan sakit yang lebih sedikit dan membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit.

Studi lain menemukan kombinasi jahe, damar wangi, kayu manis, dan minyak wijen yang dioleskan, dapat mengurangi rasa sakit dan kekakuan pada pasien osteoarthritis.

4. Mengurangi Nyeri Menstruasi

Nyeri haid (dismenore) mengacu pada rasa sakit yang dirasakan selama siklus menstruasi wanita.

Satu di antara kegunaan tradisional jahe adalah untuk menghilangkan rasa sakit, termasuk nyeri haid.

Dalam satu penelitian, 150 wanita diperintahkan untuk mengonsumsi satu gram bubuk jahe per hari, selama tiga hari pertama periode menstruasi.

Jahe berhasil mengurangi rasa sakit, sama efektifnya dengan obat asam mefenamat dan ibuprofen.

Jahe sebaiknya dikonsumsi di masa awal menstruasi untuk mendapatkan khasiatnya.

4 dari 4 halaman

Menurunkan Kadar Kolesterol

6. Menurunkan Kadar Kolesterol

Tingginya kadar LDL lipoprotein (kolesterol jahat) terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Makanan yang Anda makan dapat memiliki pengaruh kuat pada kadar LDL.

Dalam studi 45 hari terhadap 85 orang dengan kolesterol tinggi, tiga gram bubuk jahe menyebabkan penurunan yang signifikan pada sebagian besar penanda kolesterol.

Hal ini didukung oleh penelitian pada tikus hipotiroid, di mana ekstrak jahe menurunkan kolesterol LDL hingga tingkat yang sama dengan atorvastatin obat penurun kolesterol.

Kedua studi ini juga menunjukkan pengurangan kolesterol total dan trigliserida darah.

Ada beberapa bukti, baik pada hewan maupun manusia, jahe dapat menyebabkan penurunan kolesterol LDL dan kadar trigliserida darah secara signifikan.

7. Memerangi Infeksi

Gingerol, zat bioaktif dalam jahe segar, dapat membantu menurunkan risiko infeksi.

Faktanya, ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri.

Ekstrak jhe sangat efektif melawan bakteri mulut yang dikaitkan dengan penyakit radang pada gusi, seperti gingivitis dan periodontitis.

Jahe segar juga efektif melawan virus RSV, penyebab umum infeksi pernapasan.

Sumber: Healthline

Disadur dari Bola.com