10 Momen Persaingan Pep Guardiola Vs Jose Mourinho: Dari 1996 hingga Botak

Melansir FourFourTwo, berikut ini 10 momen persaingan Pep Guardiola Vs Jose Mourinho. Pernah jadi partner, sampai akhirnya jadi musuh besar.

Diterbitkan 30 Maret 2020, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Do ruang ini [konferensi pers], Mourinho adalah pemimpin, rajanya. Saya tidak ingin bersaing dengan dia di sini, hanya dalam sepak bola."

Konspirasi Barcelona (2011)

Duel sengit, Barca kalahkan Madrid 2-0. Pep diusir wasit, Mourinho diminta naik ke bangku pentongon. Lalu, setelah laga ini, Mourinho menyuguhkan komentar kontroversial yang menuding wasit UEFA memanjakan Barca.

"Jauh di dalam hati, jika mereka orang baik, kemenangan ini pasti tidak terasa benar. Saya berharap suatu hari Guardiola punya kesempatan untuk menang dengan layak, tanpa skandal."

Jose Serang Asisten Pep (2011)

Agustus 2011, kedua tim tangguh ini bertemu pada Piala Super Spanyol. Pertandingan lag-lagi berjalan alot, sampai menit-menit akhir yang tegang.

Kartu merah beterbangan, saat inilah Mourinho mencolok mata mendiang Tito Vilanova. Tentu, fans Madrid memuji Mourinho setelah insiden ini.

Pep Guardiola Jadi Juara

Setahun setelah meninggalkan Barca, mungkin karena muak dengan Mourinho, Guardiola memilih Bayern Munchen. Uniknya, keduanya bertemu lagi di Liga Champions, Mourinho menangani Chelsea.

Bayern mengalahkan Chelsea lewat adu penalti dan Ramires diusir wasit dengan kartu merah. "Setiap kali bermain melawan Pep saya berakhir dengan 10 pemain," kata Mourinho. "Ini pasti merupakan sejenis peraturan UEFA."

  

Pep Guardiola Botak (2014)

Lag-lagi komentar pedas Mourinho. Kali ini dia terlibat adu komentar tentang gaya sepak bola yan tepat.

Mourinho: "Setiap pelatih punya gaya bermainnya sendiri, yang harus dihargai. Sepak bola bisa dipandang spektakuler dengan banyak cara."

Guardiola: "Keindahan sepak bola bergantung pada pelatihnya. Bagi saya, tampaknya Mourinho lebih mengutamakan hasil dari pada tontonan."

Mourinho: "Ketika Anda menikmati apa yang Anda lakukan, Anda tidak kehilangan rambut Anda, dan Guardiola botak. Dia tidak menikmati sepak bola."

Kit Man Theory (2015)

Mourinho tampaknya tidak benar-benar menghargai keputusan Guadiola menangani Bayern Munchen, klub terkuat yang sudah hampir pasti menjuarai Bundesliga.

Meski nyaris tidak bertemu selama dua tahun, Mourinho ketika membesut Chelsea berkata bahwa dia tidak mau memilih klub atau negara yang bisa dengan mudah membuatnya jadi juara.

Dia tidak menyinggung Guardiola secara langsung. "Mungkin saya mau bekerja di satu negara di mana seorang kit man bisa jadi pelatih dan meraih gelar juara."

Gencatan Senjata

Dua pelatih top ini bertemu lagi di Premier League, bahkan menangani dua klub Manchester. Saat itu, Mourinho tidak pernah benar-benar menyerang Guardiola.

Sekarang Mourinho jadi Bos Tottenham Hostspur, yang juga pernah mengalahkan Man City. Namun, dia hampir tidak pernah mengeluarkan komentar pedas lagi.

 

Sumber asli: FourFourTwo

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 29/3/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Bogi Triyadi, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan