Profil Tim Piala Eropa 2020: Generasi Emas Spanyol Sudah Berlalu

Meski tidak terkalahkan sepanjang babak kualifikasi, pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique menyebut timnya tidak memiliki harapan berjaya di Piala Eropa 2020.

Diterbitkan 01 Maret 2020, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Madrid - Keputusan Luis Enrique Martinez kembali menjadi pelatih kepala Timnas Spanyol mengejutkan publik Negeri Matador. Namun, alih-alih memberi sinyal optimistis di Piala Eropa 2020, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid tersebut membuat masyaraka Spanyol tersebut deg-degan.

Yup, Luis Enrique menyatakan kalau Spanyol tak memiliki harapan berjaya di pentas Piala Eropa 2020. Ia mengaku tak yakin dengan kekuatan sekarang, meski berjaya sepanjang babak kualifikasi.

"Ya". Jawaban itu telontar dari mulut Luis Enrique. Namun, bukan atas pertanyaan apakah Spanyol bisa menjadi jawara pada Piala Eropa 2020, melainkan tak yakin meraih trofi seperti 2008 dan 2012.

Publik dan media yakin, Luis Enrique memiliki alasan kuat sampai harus mengabarkan pesimistis tersebut jauh-jauh hari. Satu yang pasti, kata Enrique, adalah sudah berlalunya masa kejayaan.

Enrique mengerucutkan pada kekuatan terkini di internal timnas Spanyol. Menurutnya, seluruh generasi emas sudah pergi, dan membuat tim menjadi limbung. Bukti tersahih adalah kegagalan berutun pada tiga turnamen setelah generasi emas itu mengangkat trofi pada Euro 2012.

Memang, usai menjadi jawara Benua Eropa pada 2008 dan 2012, plus diselingi status juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan, sinar Spanyol redup. Mereka hanya terkenal sebagai tim yang selalu menjaga tradisi sebagia raja kualifikasi.

Sayang, begitu berperang di medan laga yang sebenarnya, Spanyol seolah kehilangan daya dobrak. Seperti tak ada tanduk milik banteng yang biasanya mengejar para penonton atau membuat susah barisan Matador.

 

Saksikan video pilihan berikut ini

Catatan Kelam

Catatan menyebutkan, Spanyol tersingkir begitu mudah pada tiga perhelatan setelah Euro 2012, yakni Piala Dunia 2014, Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Status juara bertahan pada Brasil 2014 seolah tak ada bekas setelah tersingkir pada fase grup. Empat tahun berselang, langkah mereka terhenti pada perdelapan final.

Nasib di level Eropa tetap mengenaskan. Membawa nama besar sebagai jawara Euro 2008 dan 2012, mereka seperti kehabisan bensin pada edisi 2016 di Prancis. Secara mengejutkan, mereka tak sanggup melewati adangan Italia, karena kalah 0-2 di Stade de France, Saint-Denis.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah kegagalan di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, pihak RFEF alias PSSI-nya Spanyol, membuat perubahan. Mereka menunjuk Luis Enrique, yang kala itu dianggap menjadi yang terbaik. RFEF memersiapkan Enrique untuk Euro 2020 dan Piala Dunia 2022. Seperti tradisi, tak ada persoalan berarti ketika mereka bersaing di Grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020. Spanyol 'membabat' seluruh lawan alias meraih poin sempurna, plus lesakan 31 gol. Catatan tak pernah kalah tersebut menyamai beberapa negara lain seperti Ukraina, Denmark, Belgia dan Italia. Meski sempurna, bukan berarti tanpa kendala. Luis Enrique sempat mundur, dan digantikan Robert Moreno. Beruntung, kala itu Spanyol sudah lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Halaman
Show All
Nurfahmi Budi, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan