Timnas Indonesia U-22 Menghancurkan Brunei, Berikut Kekuatan Lini per Lini

Timnas Indonesia U-22 menang delapan gol tanpa balas atas Brunei Darussalam pada laga keempat Grup B sepak bola SEA Games 2019 Filipina.

Diterbitkan 04 Desember 2019, 08:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain itu, perubahan juga dilakukan di posisi empat pemain bertahan. Andy Setyo dan Asnawi Mangkualam tetap pada posisinya masing-masing sebagai bek tengah dan bek kanan. Sementara untuk tandem Andy Setyo, Indra Sjafri menempatkan Nurhidayat Haji Haris dan menggeser Bagas Adi Nugroho ke sisi kiri pertahanan.

Hasilnya cukup mengesankan. Meski beberapa kali pemain Brunei bisa mencoba mengancam gawang Timnas Indonesia U-22, termasuk membuat dua shot on goal pada babak pertama, Riyandi mampu mempertahankan gawangnya dengan mencetak cleansheet.

Bahkan, Andy Setyo berhasil mencetak gol bagi Tim Garuda Muda setelah memaksimalkan umpan sepak pojok pemain pengganti, Sani Rizki Fauzi, pada menit ke-76.

Artinya, meski fokus menjaga pertahanan dari kemungkinan kebobolan, yang sukses dijalankan oleh lini pertahanan, andil dalam membantu serangan pun dilakukan. Tak hanya gol yang dicetak oleh Andy Setyo, beberapa kali Asnawi Mangkualam membantu penyerangan dari sisi kanan.

Lini Tengah

Untuk lini tengah Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mempercayakan trio utama yang terdiri dari Zulfiandi, Syahrian Abimanyu, dan Evan Dimas Darmono. Ketiganya memang memiliki kemampuan untuk menjalankan tugasnya masing-masing, di mana Syahrian Abimanyu dan Zulfiandi lebih berperan kepada pengadang pertama serangan Brunei, dan Evan Dimas menjadi penyalur bola ke lini depan.

Ketiganya mampu menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Syahrian Abimanyu menjadi sosok penting ketika gol pertama Timnas Indonesia U-22 tercipta, di mana umpan panjangnya dikejar oleh Saddil Ramdani yang kemudian melepaskan umpan kepada Osvaldo Haay untuk menjadi gol pembuka kemenangan Tim Garuda Muda.

Tak hanya ketiga pemain tersebut yang berperan baik di lini tengah Timnas Indonesia U-22. Sani Rizki Fauzi yang masuk pada babak kedua menggantikan Syahrian Abimanyu pun mampu menjalankan peran yang penting. Umpan sepak pojok yang dilepaskannya berbuah gol yang dicetak Andy Setyo Nugroho.

Dalam pertandingan ini, Indra Sjafri tak hanya menarik keluar Syahrian Abimanyu, tapi juga Zulfiandi. Gelandang jangkar Tim Garuda Muda itu ditarik pada menit ke-83 ketika Timnas Indonesia U-22 sudah unggul 8-0. Indra Sjafri ingin menyegarkan lini tengahnya dan memilih untuk memasukkan Feby Eka Putra.

Secara keseluruhan permainan lini tengah Timnas Indonesia U-22 dalam pertandingan ini sangat bagus. Baik saat membantu pertahanan maupun ketika membangun serangan, lini tengah berperan sangat penting dalam kemenangan besar yang diraih oleh tim asuhan Indra Sjafri ini.

Lini Serang

Untuk urusan lini serang Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mempercayakan Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri untuk menopang Osvaldo Haay yang menjadi penyerang tengah. Osvaldo Haay kembali menjadi starter seperti ketika menghadapi Vietnam karena pemain ini sudah membuktikan ketajamannya dalam dua pertandingan pertama lewat gol ke gawang Thailand dan Singapura.

Satu hal yang menarik, jika Osvaldo Haay mencetak satu gol masing-masing ke gawang Thailand dan Singapura sebagai pemain pengganti, Osvaldo Haay membuktikan ketajamannya menjadi sangat luar biasa ketika turun sebagai starter. Tiga gol dicetaknya dalam pertandingan ini.

Sementara itu, Egy Maulana Vikri mampu mencetak dua gol dalam pertandingan ini, dan Saddil Ramdani mencetak satu gol. Namun, peran ketiganya dalam menciptakan peluang yang berbuah gol itu sangat luar biasa.

Osvaldo Haay yang mencetak tiga gol juga berperan dengan assist yang dikirimnya saat Saddil Ramdani mencetak gol pada menit ke-50. Sementara itu, Saddil juga berperan penting dalam terciptanya dua gol pertama Tim Garuda Muda yang masing-masing dicetak oleh Osvaldo Haay dan Egy Maulana Vikri.

Sementara Egy Maulana Vikri yang mencetak dua gol dalam pertandingan ini juga berperan penting dalam terciptanya gol kedua Osvaldo Haay, gol yang dicetak Witan Sulaeman pada babak kedua, di mana sahabat Egy itu masuk sebagai pemain pengganti setelah Saddil Ramdani ditarik keluar Indra Sjafri.

Kolaborasi trio lini serang Timnas Indonesia U-22, plus hadirnya Witan Sulaeman yang menggantikan peran Saddil Ramdani pada babak kedua, menjadi mimpi buruk bagi Brunei Darussalam.

Disadur dari Bola.com (Penulis Benediktus Gerendo Pradigdo / Editor Aning Jati, Published 04/12/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Bogi Triyadi, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan