Milano Centrale, Stasiun Kereta 'Horor' yang Masih Bersaudara dengan Markas AC Milan

Milano Centralo dan Stadion San Siro sama-sama menjadi ikon kota Milan, Italia.

Diterbitkan 27 November 2019, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Patung apel raksasa di depan Milano Centrale ditempatkan di depan Milano Centrale. Stasiun ini dirancang oleh arsitek Italia, Ulisse Stacchini (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Terdapat tiga lorong di pintu masuk utama. Di dalamnya, interior Milano Centrale tidak kalah memukau. Patung-patung dengan bernilai seni tinggi tampak menghiasi dindingnya.

Bagian langit-langitnya dibuat tinggi dan dilapisi kaca di beberapa bagian. Bentuknya yang melengkung menambah kesan megah layaknya bangunan bersejarah lain di kota Milan.

Meski demikian, fasilitas pendukung stasiun Milano Centrale terbilang modern. Mulai dari papan pengumuman kedatangan dan keberankatan kereta hingga gerai-gerai pedagang yang ada di dalamnya. Lantainya juga terbuat dari marmer dengan corak yang sangat elegan.

Interior Milano Centrale, stasiun terbesar di kota Milan, Italia. Dihiasi berbagai patung bernilai seni tinggi (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Waktu belum pukul 07.00 saat Liputan6 berada di sana. Meski demikian, para penumpang sudah ramai hilir mudik di stasiun. Sebagian baru tiba dan sebagian lagi hendak berangkat.

Hanya saja, suasana yang masih gelap membuat gedung ini terkesan suram, mirip gedung-gedung tua peninggalan kolonial Belanda yang banyak tersebar di Indonesia. Kesan 'horor' semakin kental terasa bila mengetahui sejarah kelam yang mewarnai gedung megah ini.

Sempat Mangkrak

Milano Centralo telah berdiri sejak 1864. Namun dulu belum seperti sekarang. Bangunan pertama karya arsitek Prancis, Louis Jules Bouchat, mirip gedung-gedung di Paris.

Stasiun ini dibangun untuk menggantikan Porta Tosa yang merupakan ujung jalur Treviglio dan stasiun Porta Nuova yang menjadi penghungung ke Monza. Stasiun ini juga terhubung dengan seluruh jalur yang dibangun mengelilingi Milan dan beroperasi hingga 31 Juni 1931.

Namun stasiun lama sudah tidak berbekas sama sekali. Sebab Milano Centralo karya Stacchini benar-benar mengusung tema dan gaya arsitek yang berbeda pula.

Milano Centrale, memiliki halaman yang luas dilengkapi fasilitas air minum gratis untuk umum (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Milano Centrale digagas Raja Victor Emmanuel III. Dia meletakkan batu pertama pada 28 April 1906 saat cetak biru pembangunannya belum dibuat. Tender akhirnya dimenangkan Stacchini pada 1912 dengan mengusung model seperti Union Station di Washington DC, Amerika Serikat. Itu sebabnya, di depan pintu utama Milano Centrale Stacchini menempatkan patung apel raksasa, yang merupakan lambang kota Wahsington. 

Krisis ekonomi yang melanda Italia pada perang dunia I membuat proyek ini berjalan lambat. Apalagi desain yang awalnya sederhana belakangan bertambah rumit karena banyaknya perubahan. Akibatnya proses pengerjaan tidak bisa selesai tepat waktu.

Penampakan bagian lobi Milano Centrale, stasiun kereta termegah di Milan, Italia (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Saat diktator Benito Mussolini menjadi perdana menteri Italia, dia ingin stasiun itu merepresentasikan rezim fasis. Perubahan besar kemudian dilakukan pada bagian peron dengan memperkenalkan model kanopi berbahan besi karya Alberto Fava.

Setelah pembangunan dikebut, pada 1925, Milano Centrale akhirnya resmi dibuka oleh Menteri Luar Negeri, Galeazzo Ciano dan beberapa kali direnovasi hingga saat ini. 

Sejarah Kelam

Di balik keindahannya, Milano Centrale, menyimpan masa lalu yang bikin bulu kuduk merinding. Ya, stasiun ini merupakan saksi kekejaman tentara Nazi pimpinan Adolf Hitler. 

Hiasan bernilai seni tinggi menempel di dinding Milano Centrale (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Saat tragedi Holocaust melanda Italia, stasiun ini berperan dalam proses pemindahan tahanan dari penjara San Vittore ke lokasi pemusnahan massal. Mereka yang kebanyakan berasal dari Utara Italia lalu dibawa ke jalur rahasia, Binario 21 di bagian bawah stasiun. Dari sini sebanyak 120 ribu tawanan diangkut dengan 15 kereta untuk selanjutnya dieksekusi.

Milano Centrale stasiun dengan kombinasi bangunan klasik dengan fasilitas yang modern. Stasiun ini dirancang oleh arsitek yang juga mengerjakan Stadion San Siro, markas AC Milan (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Milano Centrale telah mengalami banyak pembaruan hingga saat ini. Utamanya pada sisi pelayanan jalur-jalur kereta. Namun beberapa bangunan yang menjadi saksi kelamnya tragedi Holocoust tetap bertahan, termasuk ruang tunggu dengan lantai bergambar lambang Nazi yang dibangun untuk menyambut Hitler. Ruangan itu saat ini tidak dibuka untuk umum.

 

Stadion San Siro

Lalu seperti apa penampakan Stadion San Siro? Silahkan ikuti kisahnya di pada tautan ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Milan adalah ibukota dari negara Italia, dengan populasi keempat terbanyak di Eropa.
    Milan adalah ibukota dari negara Italia, dengan populasi keempat terbanyak di Eropa.
    Milan
  • San Siro
  • Corner