3 Hal yang Harus Dilakukan MU Untuk Membungkam Leicester

Manchester United (MU) menantang Leicester City dalam kondisi performa yang tak stabil. Red Devils krisis kemenangan.

Diterbitkan 11 September 2019, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Nemanja Matic atau Fred dapat mengisi posisi gelandang bertahan yang ditinggalkan Pogba. Dengan ini, Pogba akan dimainkan di posisi nomor sepuluh. Dengan ini, Pogba akan dimanfaatkan sebaik mungkin agar menjadi ancaman yang mematikan bagi pertahanan lawan.

Mengurung James Maddison

Jika posisi nomor sepuluh adalah tempat yang merepotkan bagi Setan Merah, lain halnya dengan The Foxes. Posisi nomor 10 merupakan tempat favorit bagi Leicester City.

James Maddison yang menepati posisi tersebut tampil impresif sepanjang awal musim ini. Gelandang Timnas Inggris ini menciptakan lebih banyak peluang daripada musim lalu saat menepati posisi nomor sepuluh.

Tercatat, rata-rata perpertandingan Maddison melakukan 3 kali dribel, 41 operan, 2,3 umpan, dan 2 kali tembakan. Maddison telah mencatatkan dua assist selama kiprahnya saat awal musim.

Maddison akan mencatatkan gol pertamanya musim ini apabila tendangannnya tidak mengenai mistar gawang saat bersua Chelsea. Maddison juga dapat mencatatkan assist saat dirinya mengirimkan umpan dan bola tidak menyentuh Mason Mount.

Hingga saat ini, Setan Merah belum bertemu dengan tim yang mengandalkan pemain nomor sepuluh. Solskjaer lebih baik memiliki persiapan untuk menghadapi tim yang mengandalkan pemain nomor sepuluh karena pertahanan The Red Devils memiliki banyak ruang.

Gelandang bertahan Manchester United perlu menjaga ketat Maddison. Tugas ini harus dilakukan oleh dua pemain gelandang bertahan sekaligus. Fred, McTominay, Matic, bahkan Pogba harus menanggung tugas ini selama pertandingan.

Bermain Cepat dan Efektif di Sepertiga Area Lawan

Saat melawan Southampton, Manchester United memainkan permainan yang lamban. Dengan permainan yang lamban, pasukan Solskjaer harus puas meraih satu poin sebagai ganjarannya.

Mereka sering membuang waktu, lambat dalam membangun serangan, dan memperlambat tempot permainan. Hal ini menyebabkan kedua pemain di sisi sayap terlihat tidak berfungsi.

Dengan formasi 4-2-3-1, aliran bola lebih cepat dan dapat menguras tenaga. Formasi ini sangat tepat apabila dilaksanakan dengan baik saat melawan Southampton yang memiliki banyak ruang terbuka.

Sebaliknya, Manchester United lambat dalam membangun serangan, sehingga tim lawan mampu kembali membangun pertahanannya.

Saat menjamu Leicester City, Manchester United harus bermain dengan kekuatan mereka, membangun serangan dengan cepat daripada bertahan terlalu lama. Ole harus memanfaatkan Daniel James, Marcus Rashford dengan baik di sisi sayap Setan Merah.

The Red Devils memiliki peluang kemenangan yang sangat besar saat berhadapan dengan Southampton dan Crystal Palace.

Terdapat lima hingga enam peluang yang seharusnya dapat dikonfersikan menjadi gol. Jesse Lingard terlalu sering membuang peluang. The Red Devils lebih baik mengonversikan peluang dan meminimalisir kesalahan. (Tegar Juel)

Sumber: Sportkeeda

Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia / Published 10-09-2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan