Belum Pikirkan Tandang ke Malaysia, Timnas Indonesia Fokus Lawan Thailand

Timnas Indonesia menjamu Thailand lebih dulu pada 10 September 2019 di SUGBK, sementara melawat ke Malaysia pada 19 November 2019.

Diterbitkan 09 September 2019, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Manajer Timnas Indonesia, Sumardji mengatakan, timnya tak memikirkan laga tandang ke Malaysia buntut kerusuhan pada leg pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 5 September 2019. Saat ini, fokus Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan adalah mengalahkan Thailand.

Timnas Indonesia terpaksa menanggung malu dua kali ketika berhadapan dengan Malaysia. Selain kalah 2-3, para pendukung tuan rumah juga membuat kerusuhan.

Adapun, Timnas Indonesia akan kembali bertindak sebagai tuan rumah di babak penyisihan Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Setelah Malaysia, kali ini Thailand yang akan menjadi lawan.

"Kami belum berbicara dengan PSSI tentang keamanan nanti di Malaysia. Sekarang Timnas Indonesia sedang fokus demi mendapatkan kemenangan melawan Thailand," kata Sumardji.

"Yang pasti saya sangat menyesalkan adanya insiden kemarin di SUGBK. Seharusnya suporter Timnas Indonesia tidak seperti itu dan ini sangat merugikan," tutur pria berpangkat Ajun Komisaris Besar Kepolisian (AKBP) tersebut.

Sumardji Yakin Tak Ada Aksi Balas Dendam

Timnas Indonesia akan gantian menyambangi Stadion Nasional Bukit Jalil untuk menantang Malaysia pada partai keenam Grup G, 19 November 2019. Sumardji berharap tak ada aksi balas dendam oleh pendukung tuan rumah.

"Kami yakin masyarakat Malaysia memiliki perasaan yang tidak membuat mereka membalas dendam kepada Timnas Indonesia saat laga tandang nanti," kata Sumardji.

"Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun. Seharusnya hubungan kedua negara ini semakin erat, bukan melebar," imbuh Sumardji, yang juga berperan sebagai Manajer Bhayangkara FC itu.

Disadur dari Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ketika Jude Bellingham Menjadi Napas Inggris

Muhammad Adi Yaksa, Windi Wicaksono, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan