Sukses

Sanksi Tambahan Menanti Neymar Usai Pukul Fans Lawan

Jakarta Neymar Jr kini sedang menanti sanksi yang akan dijatuhkan otoritas sepak bola Prancis. Jika sanksi itu turun dalam waktu dekat, dalam satu pekan pemain internasional Brasil itu mengoleksi dua hukuman.

Pada akhir pekan lalu, UEFA telah menjatuhi Neymar hukuman larangan bermain dalam tiga pertandingan di Liga Champions musim depan. Hal itu buntut ucapannya yang dianggap melecehkan wasit dalam akun media sosial personalnya, setelah Paris Saint-Germain (PSG) tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Kini hukuman yang akan dijatuhkan, berkaitan dengan ulah Neymar yang kedapatan memukul salah seorang penggemar Rennes. Video amatir Neymar memukul fans tersebut, viral di jagat maya.

Insiden terjadi di tangga Stade de France, Minggu dini hari WIB (28/4/2019), saat prosesi pengalungan medali setelah partai final Coupe de France. Pada laga ini, PSG kalah 5-6 lewat adu penalti melawan Rennes. Pada 90 menit pertandingan plus babak perpanjangan, kedua tim bermain sama kuat, 2-2.

Entah apa penyebabnya, Neymar terlihat cekcok kecil dan berusaha merebut telepon seluler penggemar Rennes tersebut sebelum akhirnya melayangkan pukulan sambil lalu.

 

2 dari 2 halaman

Angkat Bicara

Pelatih PSG, Thomas Tuchel, ikut angkat bicara. Ia menyentil ulah pemainnya itu. "Saya tak menyukai hal itu. Anda tak bisa melakukan hal semacam itu," kata Tuchel.

"Memang tak mudah menaiki tangga itu (prosesi pengalungan medali) setelah kalah. Ini sangat berat buat saya, untuk semuanya, tapi kami harus menerimanya,” lanjutnya.

"Jika kalah, kita harus memperlihatkan respek. Anda tak bisa terlibat pertikaian dengan penonton," imbuh sang pelatih.

Di sisi lain, Neymar justru melayangkan pernyataan melalui akun Instagramnya. "Apakah saya bertindak buruk? Ya, tapi tak ada yang bisa tetap acuh," ujarnya, yang kemungkinan mengacu pada insiden itu.

Sumber: Fox Sports Australia

Loading
Artikel Selanjutnya
Soal Neymar, CEO Barcelona: Negosiasi dengan PSG Rumit
Artikel Selanjutnya
Kalahkan Real Madrid Tanpa Neymar, Mbappe dan Cavani, Pelatih PSG Malah Senang