Juara Piala Presiden 2019 Jadi Medium Arema FC Hapus Tudingan Miring

Arema FC sempat diterpa tudingan miring terlibat pengaturan skor di Liga 1 musim lalu sebelum Piala Presiden 2019 bergulir.

Diterbitkan 13 April 2019, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Mata dan telinga kami sekarang Aremania. Sekarang fokus kami dari menajemen adalah menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Arema bukan hanya salam satu jiwa saja, salam satu jiwa ini harus bisa dirasakan masyarakat semua,"ujarnya.

"Kami tidak ingin slogan itu kotor oleh tudingan, kepentingan-kepentingan sesaat sehingga nanti membawa sepakbola itu ke ranah kemana-kemana,"katanya.

Perlahan Tapi Pasti

Perlahan tapi pasti, Arema FC sukses membuktikan tak terganggu tudingan miring pengaturan skor. Bahkan tudingan jual beli pertandingan dijadikan pemicu untuk membuktikan diri sebagai tim terbaik. Tim terbaik tak butuh jual beli pertandingan tapi tampil sebagus mungkin di lapangan.

Pada Piala Presiden lalu, Arema FC sempat mengawali turnamen dengan terseok-seok. Sempat tertinggal dua gol dari Barito Putera di laga pertama penyisihan grup A Piala Presiden, Arema FC sukses kejar ketertinggalan lewat duel spartan. Arema bahkan bisa menang 3-2.

Di laga kedua, Arema kembali mendapatkan kesulitan. Singo Edan harus akui keunggulan Persela 0-1. Gol kemenangan Persela dicetak Washington Brandao. Kekalahan ini sempat membuat Arema ketar-ketir. Mereka harus menunggu hingga laga terakhir melawan Persita sebelum akhirnya lolos ke perempat final Piala Presiden 2019 sebagai runner up terbaik.

Setelah fase grup, Arema FC menggila. Bahkan sejak perempat final hingga final leg kedua, Arema FC sukses mencetak 14 gol dan kebobolan dua kali. Kalau dihitung sejak penyisihan grup, Arema mencetak 23 gol dan kebobolan 6 gol saja.

Pelatih Arema FC,Milomir Seslija mengakui kekalahan lawan Persela menjadi titik kebangkitan bagi Arema FC. Tanpa kekalahan itu, Arema FC mungkin tak menggila seperti sekarang.

"Saya perlu mengucapkan terima kasih kepada semua pemain karena mereka tampil sangat heroik dan maksimal terutama ketika setelah kalah dari Persela. Ada kritik dan kemudian tim mampu mengambil kritik itu secara positif. Membangun tim lagi dan bermain fantastis hingga babak final," kata Milo.

Arema FC memang menjadi tim yang komplet setelah kekalahan lawan Persela lalu. Bisa mencetak 20 gol (setelah lawan Persela) dalam rentang waktu berdekatan menjadi prestasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Maka itu Milo tak ragu menyebut Arema FC sebagai tim terbaik saat ini.

"Ada tekanan tinggi untuk Arema setelah imbang 2-2 di leg pertama dan Arema dianggap akan menjadi juara. Ini tidak mudah bagi tim, tetapi hari ini Arema adalah tim terbaik di Indonesia. Mereka bermain sepak bola yang terbaik di Indonesia," katanya.

 

Terbaik

Keberhasilan merebut Piala Presiden 2019 menjadikan Arema FC sebagai tim yang paling banyak mengoleksi trofi yang pertama kali dilombakan pada 2015 lalu ini. Arema menjadi tim pertama yang merasakan angkat trofi yang terbuat dari kayu ini sebanyak dua kali.

Status terbaik pantas disematkan kepada Dedik Setiawan dan kawan-kawan. Mereka bisa menikmati suasana juara ini sebelum kembali menggelar persiapan untuk Liga 1 yang akan dimulai pada 8 Mei mendatang.

Arema bisa mengikuti jejak Persija yang musim lalu berhasil mengawinkan gelar Piala Presiden dengan juara Liga 1. Semua ini sangat dimungkinkan karena Arema memiliki modal pemain dan juga semangat yang tinggi.

"Saya ucapkan banyak terima kasih untuk Aremania dan Aremanita utamanya dengan bagaimana sikap mereka saat lawan Persela kita kalah. Mereka memberikan kritik yang membangun dan itu bisa membuat kami bangkit," ujar Hamka.

Aremania dan Aremanita selalu menjadi kunci sukses di balik kehebatan Arema FC. Kemanapun Singo Edan tampil, Aremania bakal berusaha untuk datang memberi dukungan meski harus menempuh perjalanan jauh. Salah satunya saat memberikan dukungan ke Bekasi dan Banjarmasin pada babak perempat final dan semifinal.

Menarik untuk dinanti kiprah Arema FC selanjutnya. Kalau sukses jadi juara Liga 1 seperti Persija, Piala Presiden makin membuktikan sebagai ajang pramusim paling efektif bagi klub-klub Liga 1. Selain meraih prestasi dan uang hadiah, Piala Presiden jadi medium yang pas untuk gelar persiapan menuju musim kompetisi sesungguhnya.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan