Sukses

Witan Sulaeman Usung Ambisi Besar di Timnas Indonesia U-22

Jakarta Pelatih Indra Sjafri merekrut banyak pemain muda saat mengumumkan 38 pemain yang ikut pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22. Dalam skuat yang disiapkan untuk Piala AFF U-22 itu, Indra Sjafri diantaranya memanggil pemain paling muda Witan Sulaeman.

Usianya baru genap 17 tahun. Dalam setahun terakhir, Witan sudah dua kali naik pangkat, yakni ketika dipanggil untuk Timnas Indonesia U-19 dan sekarang untuk level U-22.

Indra Sjafri tentu punya alasan khusus memanggil remaja asal Palu, Sulawesi Tengah tersebut ke skuat Timnas Indonesia U-22. Kualitas yang ditunjukkan Witan di Piala Asia U-19 2018 menjawab kepantasan pemanggilan tersebut.

Debut Witan di Timnas Indonesia U-19 berawal dalam sebuah laga melawan Brasil U-20 pada 31 Mei 2017. Ketika itu, Witan belum genap berusia 16 tahun.

Kariernya kemudian melesat ketika dipercaya tampil di Piala AFF U-16 2017. Ketika itu Witan berhasil mencetak gol yang mulai membuat namanya dikenal publik Tanah Air.

Panggung Witan sesungguhnya terjadi di Piala AFC U-19 2018. Pemain berpostur 162 cm itu mampu mencetak tiga gol sekaligus membantu Indonesia mencetak sejarah karena lolos ke babak perempat final untuk kali pertama sejak 1978.

Lantas, seperti apa cerita Witan Sulaeman memulai kariernya di dunia sepak bola? Berikut ini petikan wawancara eksklusif Bola.com dengan Witan Sulaeman yang jadi si bungsu di Timnas Indonesia U-22 pada Sabtu (19/1/2019):

2 dari 3 halaman

Simpan Tekad Besar untuk Indonesia

Bagaimana awalnya Anda mengenal sepak bola?

Saya sudah mengenal sepak bola itu sejak kecil. Namun, baru mulai kelas 1 SD bermain sepak bola menggunakan sepatu.

Sejak kapan Anda mulai menekuni sepak bola dengan benar?

Saya mulai masuk sekolah sepak bola (SSB) di Palu bernama Galara sampai kelas 3 SMP. Kemudian ketika itu ada seleksi untuk Timnas Indonesia U-16 bersama pelatih Fakhri Husaini. Alhamdulillah lolos, namun batal ikut turnamen karena ketika itu PSSI sedang dibekukan. Kemudian saya merantau ke Jakarta dan bersekolah di SKO Ragunan.

Siapa sosok yang paling berperan menemukan talenta Anda?

Pastinya Fakhri Husaini dan Indra Sjafri. Namun, semua pelatih yang pernah menangani saya punya peran penting dalam karier saya sampai sekarang ini. Saya juga belum apa-apa sebagai pemain dan masih harus belajar lagi.

Anda merupakan pemain termuda yang mendapatkan panggilan untuk Timnas Indonesia U-22. Apakah ini jadi beban?

Meski saya pemain paling muda, senior-senior di sini semuanya juga menghormati saya. Begitu juga dengan saya yang respek mereka. Jadi, saya merasa nyaman karena mereka bisa menerima saya dengan baik.

Persaingan di Timnas Indonesia U-22 seperti apa menurut Anda?

Persaingan di sini sangat ketat sekali. Mereka merupakan pemain-pemain yang sudah bermain di liga. Namun, saya tentu saja harus bisa mengimbangi dan melebihi kualitas mereka.

Apa yang Anda berani tawarkan kepada pelatih Indra Sjafri untuk mendapatkan kesempatan di Timnas Indonesia U-22?

Yang penting setiap latihan saya menampilkan yang terbaik. Alhamdulillah, proses adaptasi tidak sulit karena saya ditempatkan di posisi yang pernah saya mainkan di Timnas Indonesia U-19 dulu.

Seperti apa Anda memandang Coach Indra Sjafri?

Dia orangnya menuntut pemain untuk memberikan totalitas. Dia juga ingin pemain-pemainnya berjuang keras di lapangan dan sesi latihan.

Apa impian terbesar Anda yang sampai saat ini belum terwujud?

Saya ingin menaikkan orang tua haji. Selain itu saya ingin membantu Indonesia lolos ke Piala Dunia.

 

3 dari 3 halaman

Biodata

Nama: Witan Sulaeman

Tempat/Tanggal Lahir: Palu, Sulawesi Tengah, 8 Oktober 2001

Orang Tua: Humaidi/Nurhayati

Klub: PPLP Ragunan

Klub Favorit: Barcelona

Pemain Favorit: Lionel Messi

Loading
Artikel Selanjutnya
Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam, Bachdim: Sebaiknya Kita Berkaca
Artikel Selanjutnya
Kiprah Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2022: Timnas Indonesia Paling Buruk