HEADLINE: Capai 8 Besar Piala Dunia 2018, Saatnya Inggris Juara?

 Inggris lolos ke 8 besar Piala Dunia 2018 usai menang adu penalti lawan Kolombia.

Diterbitkan 05 Juli 2018, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mimpi Juara

Southgate menyebut, ini adalah kesempatan terbaik Inggris untuk menunjukkan pamor mereka sebenarnya. Bukan cuma mengalahkan Swedia, lawan mereka di 8 besar, melainkan lebih dari itu.

"Kami bisa menciptakan cerita dan sejarah kami sendiri. Sebagian (sejarah) itu bahkan kami sudah melakukannya," mantan pemain Crystal Palace, Aston Villa, dan Middlesbrough itu menuturkan.

Juara, bisa jadi itu mimpi yang kini bergelayut di benak Southgate, pemain, serta seluruh suporter Inggris. Maklum, kepercayaan diri mereka memang sedang tinggi.

Kemenangan atas Kolombia, meski lewat adu tendangan penalti, bisa mereka jadikan momentum untuk melangkah lebih jauh, dan jadi juara.

Apalagi, mereka sudah lama sekali tak bergelar juara Piala Dunia, setelah pertama dan terakhir kali jadi yang terbaik di dunia, pada Piala Dunia 1966 di tanah sendiri. Setelah itu, prestasi terbaik Inggris hanya semifinal, pada Piala Dunia 1990.

 

Lewati Ujian

Tentu tidak salah jika Inggris bermimpi menjadi juara dunia di Rusia. Kemenangan atas Kolombia jelas membuat kepercayaan diri mereka semakin tebal.

Kolombia juga bisa diartikan sebagai tes sesungguhnya yang bisa mereka lewati. Sebab, sebelumnya di fase grup, bisa dibilang mereka belum menemukan lawan sepadan.

Tunisia dan Panama yang mereka hantam 2-1 dan 6-1 jelas berada di bawah Harry Kane dan kawan-kawan kelasnya. Terbukti, lawan Belgia di laga terakhir, Inggris pun tumbang 0-1.

Walau ada sedikit penjelasan atas kekalahan itu. Di laga lawan Kolombia, Southgate mengganti sembilan pemain inti The Three Lions.

Namun, tentu, di luar itu, Inggris punya modal lain, berupa skuat muda yang fresh, segar, dengan kemampuan dan pengalaman bak pemain senior.

Lihat saja, rata-rata usia pemain yang dibawa Southgate hanya berkisar 26 tahun. Di Rusia, mereka jadi tim dengan rata-rata pemain termuda kedua setelah Nigeria, 25,9 tahun.

Tapi, justru dengan pasukan muda inilah, Inggris jadi berbeda. Mereka bukan lagi tim unggulan yang banyak mengandalkan Gary Lineker, Paul Gascoigne, David Beckham, Michael Owen, Wayne Rooney seperti di Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya.

Di lapangan, kini Inggris menjadi sebuah tim yang utuh, yang lebih mengandalkan semangat tinggi dan kolektivitas permainan.

Di negeri sendiri, Southgate dan pasukannya juga tak banyak mendapat tekanan. Berbeda dengan yang dialami Lineker, Gascoigne, Beckham, Owen serta Rooney dan kawan-kawan. Nah, bagaimana Southgate?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan