Bunuh Diri hingga Dibunuh, Ini 3 Tragedi Berdarah Saat Ajang Piala Dunia

Peristiwa lain yang tak kalah membuat banyak orang kaget adalah tragedi berdarah yang terjadi terkait Piala Dunia. Mulai dari bunuh diri hingga dibunuh pada ajang itu.

Diterbitkan 03 Juli 2018, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Gol Bunuh Diri Berujung Pembunuhan

Pada 2 Juli 1994 adalah hari yang tak bisa dilupakan oleh banyak orang. Saat itu, Kolombia kehilangan pemain berbakatnya, Andres Escobar, dengan tragis.

Escobar adalah bek berbakat yang pernah dimiliki Kolombia. Namun, blunder yang dilakukan saat melawan Amerika Serikat di fase grup harus dibayar mahal.

Saat itu, Escobar salah menyapu bola yang mengarah ke gawangnya. Alih-alih bola dibuang menjauhi gawang, namun bola justru meluncur dengan deras ke 'kandang' sendiri.

Akibat gol bunuh diri itu, Kolombia harus menelan kekalahan dari Amerika Serikat dengan skor 1-2. Kekalahan itu pun membuat Kolombia harus menyudahi turnamen sebagai juru kunci.

Enam hari setelah gol bunuh diri itu, atau pada 2 Juli 1994, Escobar menjadi korban penembakan. Saat itu, dia sedang mengunjungi Bar Padua Disco di Madellin, Kolombia.

Selama berada di bar, Escobar yang datang bersama teman-temannya selalu dicemooh oleh pengunjung lain. Tak mau urusan berkepanjangan, Escobar memutuskan untuk keluar dari bar. Namun, saat di luar ia  justru diberondong tembakan.

Enam peluru bersarang di punggungnya. Tak hanya itu, pelaku meninggalkan Escobar tergeletak di pelataran parkir. Nyawanya tak tertolong meski sudah dilarikan ke rumah sakit.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Teddy Tri Setio Berty, Tanti YulianingsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan