Sukses

Kalahkan Inter Milan, Pelatih Juventus Sebut Scudetto Masih Jauh

Liputan6.com, Milan - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mencoba untuk tetap membumi usai Juventus kalahkan Inter Milan 3-2 di lanjutan Liga Italia, Minggu (29/4/2018) dini hari WIB. Kemenangan diraih dengan heroik karena Juventus sempat tertinggal 1-2 hingga menit ke-86.

Drama terjadi karena Gelandang Inter Milan, Mattias Vecino diusir wasit di menit ke-18. Namun dua gol dari gol bunuh diri Milan Skriniar dan Gonzalo Higuain di empat menit terakhir benar-benar merusak Inter Milan.

Juventus saat ini kembali kokoh di puncak klasemen. Namun Napoli masih bisa menekan jika menang lawan Fiorentina malam ini.

Allegri mengaku scudetto masih jauh dari tangan Juventus. Dia mengatakan kemenangan lawan Inter Milan tak otomatis membuat Juventus juara.

"Ini malam yang indah di sepak bola antara dua tim yang butuh kemenangan dan all out. Kami tampil bagus di babak pertama tapi Juventus tertidur di babak kedua," ujar Allegrini.

 

 

2 dari 3 halaman

Manfaatkan Kelelahan

Allegri mengatakan, timnya memanfaatkan kelelahan yang dirasakan pemain Inter Milan. Juventus disebutnya tetap menerapkan strategi umpan silang sepanjang babak kedua.

"Kami terus melepas umpan silang saat kami seharusnya mengotak atik bola di kotak penalti agar membuat mereka lelah. Inter Milan bermain bagus, tapi kelelahan pada akhirnya dan kami ambil untung dari itu," katanya.

"Ini langkah bagus menuju scudetto, tapi tetap sulit. Tak ada yang pasti di sepak bola. Selalu ada tekanan main di empat laga terakhir," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Pembalasan

Sementara itu, Higuain mengaku puas bisa merebut kemenangan lawan Inter Milan di menit-menit akhir. Kemenangan ini disebutnya untuk membayar kekalahan dari Napoli akhir pekan lalu.

"Inilah sepak bola. Kami kalah di menit akhir lawan Napoli tapi kali ini kami membalikkan keadaan dengan rasa lapar, bangga dan haus akan kemenangan," ucapnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Klasemen Liga Italia: Lazio Terus Tempel Juventus
Artikel Selanjutnya
Sarri Ibaratkan Liga Champions Sebuah Impian dan Scudetto Adalah Target