Final sangat besar dalam sejarah sepak bola akhirnya tercipta. Liverpool tampak tak berdaya usai tertinggal 0-3 vs Milan di babak pertama sebelum comeback yang terinspirasi Gerrard. Dia mencetak gol pertama yang membangkitkan mentalitas tim dan sukses samakan skor jadi 3-3 dan memenangkan adu penalti.
Gerrard mungkin hanya memenangi tiga trofi besar sebagai kapten, tetapi tanpa dia di lapangan, Liverpool tak akan dipandang. Yang membuatnya menjadi kapten yang benar-benar hebat adalah teladannya.
3. John Terry
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409200/original/009114400_1479439456-Kabar_Transfer__Coutinho_ke_Barcelona__MU_Buru_Wonderkid_Porto_06.jpg)
Meskipun sudah bermain di Aston Villa, pada setiap pertandingan kandang Chelsea, spanduk besar dapat dilihat tergantung di langit-langit bertuliskan "John Terry, Kapten, Pemimpin dan Legenda" acap terpampang di Stamford Bridge. Itu wujud penghormatan fans kepada dirinya.
Dalam hal statistik, Anda tidak bisa berdebat dengan kehebatan Terry sebagai kapten. Dia satu-satunya pemain yang memimpin timnya meraih lima gelar juara Premier League, dan memimpin Chelsea rebut empat Piala FA, tiga Piala Liga, Liga Champions, dan Liga Europa.
Kemenangan Liga Champions adalah salah satu yang kontroversial karena Terry diskors untuk final. Namun dia muncul untuk perayaan dalam jersey lengkap. Namun, publik setuju kalau ia memainkan peran besar dalam membawa The Blues ke Munich.
Pada leg pertama semifinal lawan Barcelona, Terry membantu timnya untuk menjaga clean sheet. Mungkin kontribusi terbesarnya adalah pada musim pertamanya sebagai kapten, 2004/05.
Dipilih sebagai pemimpin oleh manajer baru Jose Mourinho, Terry mengomandoi The Blues meraih gelar juara dengan catatan pertahanan terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Jelas kepemimpinan Terry masih terasa di Chelsea.
4. Tony Adams
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1600000/original/004342900_1495255837-Arsene_Wenger_-_Tony_Adams__Arsenal_.jpg)
Ketika Anda berpikir tentang kapten sepak bola stereotip, pria pertama yang muncul dalam pikiran adalah legenda Arsenal, Tony Adams. Dia menghabiskan seluruh 22 tahun kariernya sebagai bek tengah untuk The Gunners dan meskipun pensiun pada akhir musim 2001/02, bisa dikatakan bahwa mereka tidak pernah benar-benar bisa menggantikannya.
Adams menjadi kapten Arsenal jauh sebelum era Premier League. Dia diberi ban kapten oleh George Graham pada Januari 1988, ketika masih berusia 21 tahun, dan tetap dalam peran itu untuk 14 tahun ke depan sampai pensiun.
Selama waktu itu, ia memenangi empat gelar liga (dua Liga Premier), tiga Piala FA dan Piala Winners Eropa pada tahun 1994. Bisa dibilang prestasi yang paling mengesankanya adalah mampu beradaptasi dengan era baru di sepak bola, ketika manajer Arsene Wenger mengambil alih Arsenal pada akhir 1996.
Pada saat kariernya berakhir, Adams telah membuat 674 penampilan untuk Arsenal dan menjadi kapten klub yang paling sukses. Pada 2011, untuk memperingati ulang tahun ke-125 klub, patung Adams didirikan di luar Stadion Emirates, penghargaan yang tepat untuk salah satu kapten terbesar di era Premier League.
5. Vincent Kompany
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1698473/original/ce9c08fdf58a76e756a66292bc128a05pany.jpg)
Meskipun banyak pemain mega-mahal yang telah dibawa Manchester City ke Etihad sejak 2008, tapi rekrutan terbaiknya adalah Vincent Kompany. Pria itu kemudian menjadi kapten tim dan lantas memenangkan dua gelar liga serta dalam perjalanan yang ketiga.
Kompany membantu City untuk meraih trofi pertama di era baru, yakni Piala FA pada 2010/11. Sebelum musim berikutnya dia pertama kali dinobatkan sebagai kapten klub.
Manchester City tidak pernah terlihat cukup kuat dalam pertahanannya tanpa Kompany. Dia bukan seorang kapten berapi-api seperti Adams dan tidak mampu bawa timnya menang laiknya Gerrard.
Namun, kepemimpinannya dan kualitas organisasinya berada pada level yang menempatkannya di sana dengan kapten terbesar Liga Inggris.
(Eka Setiawan)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1568417/original/037094200_1492401658-668861782.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1338502/original/014188600_1473152638-058283500_1428377140-City7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3920960/original/095176400_1643733260-003918700_1636974238-FEOicMrXMAUXUy-.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579903/original/007277000_1778119076-UCL_PSG_BAYERN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568963/original/047407700_1777420551-000_A9A748T.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568955/original/053042700_1777414405-000_A9A64ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549444/original/029414300_1775619583-Bayern_s_head_coach_Vincent_Kompany.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5550072/original/089267900_1775636430-munchen-0ad906.jpg)