Jalan Terjal Menuju Panggung Bulu Tangkis Dunia

Untuk menjadi juara, seorang pebulu tangkis harus melalui proses yang panjang dan melelahkan.

Diterbitkan 28 Februari 2018, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Acara ini diisi dengan sejumlah permainan menaklukan tantangan (obstecles) di alam terbuka. Di kawasan Cikole yang memiliki suhu udara dingin, pemain-pemain muda ini akan menghadapi sejumlah tantangan, seperti Caraka Malam, Hiking, Two Rope Bridge, Sky Run, Human Jump, Elvis Walk, Rappeling, Pipe and Ball, Blind Man Walking, Fill The Water, Emergency Water, Maze Rope, hingga Paintball. Juga ada sesi learning point yang disampaikan para pelatih PB Djarum dan penyampaian komitmenbersama para peserta.

Sesuai Kebutuan Atlet

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menjelaskan kegiatan-kegiatan dalam outbound ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi para atlet muda PB Djarum. Setiap permainan yang diberikan mengacu kepada obyektif kepribadian dan kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh setiap calon bintang bulu tangkis Indonesia masa depan.

"Pembinaan di akademi PB Djarum mengutamakan pada tiga aspek, yakni body, mind, and soul. Dari aspek body tentu itu sudah terukur dari materi pelatihan sehari-hari di PB Djarum. Sementara aspek mind and soul ini merupakan bagian dari softskill yang antara lain bisa didapatkan melalui aktivitas outbound seperti ini," papar Fung.

Fung menambahkan, dalam pola pelatihannya, PB Djarum senantiasa berevolusi dan dinamis mengikuti perkembangan zaman. Konsep pelatihan PB Djarum tidak bertahan hanya dengan metode-metode konvensional yang menekankan pada aspek fisik, meski terbukti sukses di masa lalu.

Sebagai akademi bulu tangkis yang modern, PB Djarum menggabungkan konsep kepelatihan dengan metode-metode dari sisi psikologi, sport science, teknologi, dan sebagainya. "Dalam outbound ini, treatment yang diberikan sudah disesuaikan dengan masing-masing kelompok usia. Para pelatih PB Djarum akan menjadi observer dan melihat kemampuan dari setiap atlet dalam setiap usahanya mengatasi dan menaklukan tantangan. Dari situ kita bisa melihat seperti apa karakter setiap atlet serta bagaimana usaha mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya," ujar Fung.

"Untuk menjadi juara tidak bisa instan, harus melalui proses yang panjang dan melelahkan. Lewat outbound ini kami berharap para atlet punya keberanian menghadapi tantangan, punya daya tahan, dan memantapkan passion mereka untuk menjadi juara bulu tangki," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan