Jalan Terjal Menuju Panggung Bulu Tangkis Dunia

Untuk menjadi juara, seorang pebulu tangkis harus melalui proses yang panjang dan melelahkan.

Diterbitkan 28 Februari 2018, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lembang - Demi membangun daya juang dan mental para pebulu tangkis usia dini yang menghuni akademi PB Djarum, Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar kegiatan Outbound PB Djarum 2018. Acara ini digelar di markas Zone 235 Outdoor Training Center, Cikole,Lembang, Jawa Barat.

Acara ini merupakan bentuk upaya penggeblengan mental dan fisik pebulu tangkis muda lewat permainan menantang, yang disimulasikan di alam terbuka. Kegiatan Outbound PB Djarum 2018 diselenggarakan dalam dua sesi. Batch I digelar 18-20 Februari 2018 yang dikhususkan untuk atlet-atlet PB Djarum dari kelompok usia 15 tahun ke atas.

Sementara Batch II diselenggarakan 25-27 Februari 2018, yang dikhususkan untuk atlet-atlet berusia di bawah 15 tahun. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penghuni akademi PB Djarum non Pelatnas. Disamping itu, para pelatih PB Djarum juga turut berpartisipasi sebagai observer.

Outbound PB Djarum Batch II ini diikuti total sebanyak 92 atlet PB Djarum berusia di bawah 15 tahun. Mereka adalah atlet-atlet pemula atau usia dini dengan rentang kelahiran tahun 2003 hingga yang termuda kelahiran 2009.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan kegiatan outbound merupakan salah satu upaya pembentukan karakter dan mental para pebulu tangkis muda PB Djarum dalam mencapai cita-cita menjadi pebulu tangkis berprestasi.

"Sebagai atlet muda, perjalanan mereka untuk meniti tangga juara masih sangat panjang. Kadangkala ada yang semangatnya kendur di tengah jalan. Karena itu, sangat penting membentuk karakter dan mental mereka sebagai seorang pejuang yang tidak mudah patah semangat," kata Yoppy Rosimin di Lembang, Selasa (27/2/2018).

Semangat dan Kekompakan

Yoppy menambahkan, selain membentuk karakter dan mental atlet, kegiatan outbound juga dinilai penting untuk menyuntikkan semangat serta membangun kekompakan di antara atlet. Dengan aktivitas di alam bebas, para atlet junior ini bisa melepaskan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari di asrama.

"Membina atlet muda ini adalah proses yang panjang dan berkesinambungan. PB Djarum sangat memperhatikan semua aspekkepelatihan pada anak-anak usia dini. Jadi kami tidak hanya melatih fisik dan teknik, tapi juga dari mentalitas dan psikologis anak yang terus berkembang sesuai usianya," papar Yoppy.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Acara ini diisi dengan sejumlah permainan menaklukan tantangan (obstecles) di alam terbuka. Di kawasan Cikole yang memiliki suhu udara dingin, pemain-pemain muda ini akan menghadapi sejumlah tantangan, seperti Caraka Malam, Hiking, Two Rope Bridge, Sky Run, Human Jump, Elvis Walk, Rappeling, Pipe and Ball, Blind Man Walking, Fill The Water, Emergency Water, Maze Rope, hingga Paintball. Juga ada sesi learning point yang disampaikan para pelatih PB Djarum dan penyampaian komitmenbersama para peserta.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan