Sukses

Laporan Keuangan 2017, PSSI Surplus Rp 3 Miliar

Liputan6.com, Jakarta Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI digelar di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (13/1/2017). Agenda Kongres PSSI dilanjutkan ke Kongres Biasa. Dalam agenda ini, PSSI juga membeberkan soal laporan keuangan.

Sebelumnya, PSSI terlebih dulu menggelar KLB yang hanya berlangsung selama 20 menit. Dalam KLB, PSSI melakukan perubahan statuta yang meliputi lima hal.

Lima hal tersebut adalah soal hirarki organisasi, badan hukum anggota PSSI, lembaga pengembangan sepak bola, struktur voter, dan perubahan jumlah Komite Tetap. Karena seluruh voters sepakat, KLB pun hanya berlangsung sebentar.

Agenda pun dilanjutkan dengan Kongres Biasa. Agendanya adalah adalah membacakan laporan kegiatan, laporan keuangan, rencana strategis, dan program kerja PSSI sepanjang 2018.

Ketika laporan keuangan dibacakan, PSSI mengklaim bahwa mereka memiliki surplus Rp 3 miliar.

"Sepanjang 2017, pendapatan PSSI Rp 110 miliar, pengeluaran Rp 107 miliar. Sebanyak Rp 95 miliar untuk biaya program kerja, Rp 12 miliar untuk biaya timnas. Sebagian besar pendapatan itu didapat dari liga. Ini memang tumpuan sumber PSSI, selain sponsor serta bantuan FIFA dan AFC. Sampai akhir tahun, ada surplus Rp 3 miliar," kata Dirk Soplanit, bagian keuangan PSSI.

1 dari 3 halaman

Pemasukan Masih Tersendat

Namun, PSSI juga menegaskan bahwa jumlah pendapatan mereka juga belum seluruhnya diterima. Pasalnya, pemasukan dari liga juga masih tersendat dan baru menghasilkan Rp 23 miliar. Untuk Rp 17 miliar sisanya akan rampung pada 2018.

Selain untuk program kerja, PSSI mengungkapkan bahwa sebagian besar pengeluaran dialokasikan untuk biaya timnas. Seperti diketahui, sepanjang 2017 ada tiga level timnas yang begitu aktif mengikuti kompetisi, yakni U-23, U-19, dan U-16.

2 dari 3 halaman

Target Pendapatan

Selain laporan keuangan, PSSI juga sudah menargetkan jumlah pendapatan yang ingin mereka capai pada 2018. Soplanit membeberkan dari mana saja target pemasukan itu bisa didapatkan.

"Kembali dari liga, broadcast, bantuan pemerintah (Rp 22 miliar), kegiatan-kegiatan Piala Indonesia yang akan memberikan dampak pada sponsorship (Rp 225 miliar). Untuk pengeluaran, biaya timnas dan kompetisi sebesar Rp 220 miliar," tegas Soplanit.

Artikel Selanjutnya
Ubah Statuta di KLB, 5 Hal Ini Jadi Fokus PSSI
Artikel Selanjutnya
Buka Kongres, Ketum PSSI Beberkan Impian Timnas Indonesia