Harga Emas Pegadaian 7 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melejit

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam dan UBS di Pegadaian pada Rabu, (7/10/2026).

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas di Pegadaian buatan Galeri24, Antam dan UBS kompak mengalami penguatan pada Rabu, (7/10/2026). Harga emas Antam masih betah di Rp 2,6 juta per gram.

Mengutip laman Pegadaian saat dipantau pukul 12.52 WIB, harga emas Galeri24 dipatok Rp 2.516.000 per gram. Harga emas Galeri24 ini naik sekitar Rp 6.000 dari perdagangan kemarin yang dipatok Rp 2.510.000 per gram.

Kenaikan juga diikuti harga emas Antam di Pegadaian. Harga emas Antam dibanderol Rp 2.619.000 per gram. Harga emas Antam lebih mahal Rp 10.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.609.000 per gram.

Selain itu, harga emas UBS juga alami kenaikan Rp 5.000 menjadi Rp 2.539.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.534.000 per gram.

Pegadaian menawarkan emas Galeri24 dengan pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.

Sementara itu, emas Antam yang tercantum dalam daftar harga Pegadaian tersedia dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan Pegadaian.

Rincian Harga Emas Pegadaian

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.319.000
  • 1 gram: Rp 2.516.000
  • 2 gram: Rp 4.970.000
  • 5 gram: Rp 12.333.000
  • 10 gram: Rp 24.602.000
  • 25 gram: Rp 61.172.000
  • 50 gram: Rp 122.247.000
  • 100 gram: Rp 244.373.000
  • 250 gram: Rp 609.432.000
  • 500 gram: Rp 1.218.864.000
  • 1.000 gram: Rp 2.437.726.000

 

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.361.000
  • 1 gram: Rp 2.619.000
  • 2 gram: Rp 5.177.000
  • 3 gram: Rp 7.740.000
  • 5 gram: Rp 12.866.000
  • 10 gram: Rp 25.675.000
  • 25 gram: Rp 64.059.000
  • 50 gram: Rp 128.038.000
  • 100 gram: Rp 255.996.000

 

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.373.000
  • 1 gram: Rp 2.539.000
  • 2 gram: Rp 5.040.000
  • 5 gram: Rp 12.454.000
  • 10 gram: Rp 24.778.000
  • 25 gram: Rp 61.821.000
  • 50 gram: Rp 123.389.000
  • 100 gram: Rp 246.680.000
  • 250 gram: Rp 616.519.000
  • 500 gram: Rp 1.231.589.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas itu didukung oleh terhentinya lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau treasury dan dolar AS yang melemah. Sementara itu, investor menantikan risalah rapat the Federal Reserve (the Fed) pada September untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneternya.

Mengutip CNBC, Rabu (7/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.168,33 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,7% ke level US$ 4.187,10.

“Kami melihat adanya permintaan aset safe-haven (untuk emas) akibat gejolak di pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran yang meningkat mengenai pasar obligasi pemerintah AS,” ujar Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Senin pekan ini. Sementara dolar AS melemah dari level tertinggi satu tahun, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

 

Investor Cemas Peningkatan Utang

Investor masih merasa cemas mengenai peningkatan tingkat utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di beberapa wilayah zona euro, khususnya Prancis, yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi negara.

Investor kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September, yang dijadwalkan rilis pada Rabu, untuk mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini setelah data pertumbuhan lapangan kerja bulan September tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Para pedagang kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hanya sebesar 22%, tetapi masih memperhitungkan probabilitas sebesar 84% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut data FedWatch Tool dari CME.

Emas cenderung kehilangan daya tariknya dibandingkan aset-aset yang memberikan imbal hasil (seperti obligasi) di tengah lingkungan suku bunga tinggi.

Sementara itu, harga minyak turun karena ekspor minyak mentah Timur Tengah yang tetap kuat serta pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7 telah meredakan kekhawatiran mengenai pasokan. “Terlepas dari hambatan jangka pendek, aksi beli ETF yang terus berlanjut serta permintaan dari investor diskresioner tetap memberikan dukungan bagi emas. Kami mempertahankan pandangan bahwa logam mulia ini akan bergerak melampaui level $5.000 per ons pada tahun 2027,” ungkap para analis TD Securities dalam sebuah catatan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6