Liputan6.com, Jakarta - Ajakan nongkrong sering datang tepat ketika dompet sedang dijaga ketat. Menolak terus-menerus terasa tidak enak hati, tetapi menerima semua ajakan bisa membuat anggaran bulanan jebol.
Kabar baiknya, kamu tetap bisa nongkrong saat sedang menghemat uang. Kuncinya ada tiga: sediakan pos anggaran khusus untuk bersenang-senang, pilih tempat dan menu yang sesuai kantong, serta jujur kepada teman soal batas pengeluaranmu. Dengan begitu, pertemanan terjaga dan tabungan tidak ikut terkuras.
Nongkrong Bukan Musuh Anggaran
Berhemat tidak harus berarti memutus kehidupan sosial. Robert Waldinger, direktur Harvard Study of Adult Development, memaparkan bahwa orang yang lebih terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitas cenderung lebih bahagia, lebih sehat secara fisik, dan hidup lebih lama dibandingkan mereka yang kurang terhubung.
Studi itu mengikuti dua kelompok laki-laki di Boston, Amerika Serikat, sehingga temuannya lebih tepat dibaca sebagai gambaran umum, bukan aturan yang berlaku mutlak bagi semua orang. Meski begitu, pesannya jelas: hubungan yang baik layak dijaga, termasuk lewat waktu berkumpul bersama teman.
Anggaran pun lebih awet bila menyisakan ruang untuk bersenang-senang. Panduan anggaran 50/30/20 yang dimuat Departemen Transportasi Negara Bagian Maine, AS, menyebut anggaran sebagai alat bantu, bukan pengekang. Tanpa uang untuk hiburan, seseorang akan lebih sulit konsisten menjalankan anggarannya.
Buat Pos Anggaran Khusus untuk Nongkrong
Cara paling praktis adalah memisahkan uang nongkrong dari uang kebutuhan. Salah satu acuan yang populer adalah aturan 50/30/20. Menurut NerdWallet, platform edukasi keuangan asal AS, penghasilan bersih (take-home pay) dibagi menjadi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta pelunasan utang. Makan di luar termasuk dalam pos keinginan.
Persentase itu tidak kaku. NerdWallet menjelaskan bahwa jika menabung atau melunasi utang sedang menjadi prioritas, porsi keinginan boleh diperkecil dan porsi tabungan diperbesar. Artinya, saat sedang berhemat, jatah nongkrong bisa kamu ambil dari pos keinginan yang sudah dikecilkan.
Berikut ilustrasi hitungan sederhana untuk penghasilan bersih Rp5 juta per bulan:
| Pos | Porsi | Nominal | Contoh isi |
|---|---|---|---|
| Kebutuhan | 50% | Rp2.500.000 | Sewa atau kos, makan, transportasi, tagihan |
| Keinginan | 30% | Rp1.500.000 | Nongkrong, hiburan, belanja |
| Tabungan dan utang | 20% | Rp1.000.000 | Dana darurat, cicilan |
Dari pos keinginan Rp1,5 juta, misalnya separuhnya (Rp750 ribu) dikhususkan untuk nongkrong. Itu setara sekitar Rp187 ribu per minggu. Angka ini hanya contoh hitungan, jadi sesuaikan dengan penghasilan dan kebutuhanmu. Banyak ahli menyarankan agar pos nongkrong disisihkan sejak gajian, bukan diambil dari sisa uang di akhir bulan.
Pilih Tempat dan Cara yang Lebih Hemat
Biaya nongkrong sangat dipengaruhi pilihan tempat dan kebiasaan memesan. Makan dulu sebelum berangkat membantu menekan jajan di tempat nongkrong. Cari tahu lebih dulu tempat yang harganya terjangkau atau sedang ada diskon. Kalau kamu yang lebih dulu mengajak, kamu juga punya peluang menentukan lokasinya.
Memesan satu minuman saja saat berada di kafe atau bar agar pengeluaran tetap terkendali juga bisa jadi pilihan. Selain itu, nongkrong tidak harus di kafe. Berkumpul di rumah salah satu teman atau mengikuti festival bisa menjadi pilihan yang lebih murah dibandingkan menonton di bioskop atau wisata kuliner.
Jujur kepada Teman soal Batas Anggaran
Tidak perlu malu menyampaikan kondisi keuangan kepada teman dekat. Keterbukaan semacam ini membuat kamu tidak perlu terus menghindar saat diajak berkumpul. Teman yang baik umumnya akan memahami bahwa kamu sedang menata keuangan.
Daripada sekadar menolak, tawarkan alternatif. Jadilah pengusul acara dan pilih tempat yang sesuai anggaran, sehingga kamu tetap hadir tanpa harus mengeluarkan uang berlebihan.
Waspadai FOMO dan FOPO
Alasan terbesar anggaran bocor sering bukan lapar atau haus, melainkan takut tertinggal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa generasi muda sangat dekat dengan teknologi digital, tetapi kecakapan digital tidak otomatis berarti kecakapan finansial. Menurut OJK, literasi keuangan membantu orang terhindar dari fear of missing out (FOMO) dan fear of other people's opinions (FOPO) dalam mengelola uang.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dikutip OJK mencatat indeks literasi keuangan nasional 69,57 persen, sedangkan kelompok pelajar dan mahasiswa 62,72 persen. Sebelum mengiyakan ajakan, coba tanyakan pada diri sendiri: apakah kamu datang karena memang ingin, atau karena takut dianggap menjauh?
Pada akhirnya, menghemat uang dan menjaga pertemanan bisa berjalan beriringan. Tetapkan batas, pilih cara yang lebih murah, dan komunikasikan dengan jujur. Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan bukan pengganti nasihat perencana keuangan profesional.
Tanya Jawab Seputar Nongkrong Hemat
1. Apakah nongkrong termasuk pemborosan?
Tidak otomatis. Nongkrong termasuk pos keinginan. Selama masuk anggaran dan tidak mengganggu kebutuhan serta tabungan, pengeluaran ini bukan pemborosan.
2. Berapa anggaran nongkrong yang wajar dalam sebulan?
Tidak ada angka baku. Metode 50/30/20 memberi batas 30 persen penghasilan bersih untuk semua keinginan, dan nongkrong hanya salah satunya. Jika ingin menabung lebih banyak, porsinya bisa diperkecil.
3. Bagaimana menolak ajakan nongkrong tanpa membuat teman tersinggung?
Sampaikan kondisi keuanganmu secara jujur, lalu tawarkan alternatif tempat atau waktu yang lebih sesuai anggaran.
4. Apa alternatif nongkrong yang murah?
Berkumpul di rumah teman, mengikuti festival, makan dulu sebelum berangkat, atau memesan satu minuman saja saat di kafe.
5. Apakah bersosialisasi penting bagi kesejahteraan?
Ya. Studi jangka panjang Harvard menemukan bahwa hubungan yang baik membuat orang lebih bahagia dan sehat. Kualitas hubungan juga dinilai lebih penting daripada jumlahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367418/original/016331900_1791348185-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-07T114242.118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4717897/original/046756200_1705410794-Ilustrasi_ngobrol__nongkrong__kumpul_bareng_teman.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361666/original/028144700_1790742335-vitaly-gariev-uwinmIQD8nU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317191/original/029207300_1755314565-Ilustrasi_utang__keungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4405075/original/027347500_1682311804-money-saving-jar-arrangement.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408892/original/068569100_1542257059-bady-qb-490187-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6485635/original/097377000_1779344568-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355095/original/029444900_1790073072-vitaly-gariev-TLc63Ve_rEU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272451/original/007017400_1751546036-Toko_souvernir-min.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770776/original/089832200_1710305841-alexander-mils-lCPhGxs7pww-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4668821/original/000742500_1701320491-yuri-krupenin-S2FVm0tOv1w-unsplash.jpg)