33 Juta Masyarakat Desil 1-4 Bakal Terima Bantuan Beras Pemerintah

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menuturkan, penyaluran bantuan beras diberikan rapel tiga bulan pada Oktober-Desember 2026.

OlehFauzan
Diterbitkan 07 Oktober 2026, 12:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali menambah bantuan pangan beras bagi 33,2 juta penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk Oktober, November, dan Desember 2026 atau total 30 kilogram.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi pemerintah dan mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Anggaran program juga telah dicairkan sehingga penyaluran ditargetkan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

"Untuk Oktober, November, Desember masing-masing 10 kilogram. Jadi sebanyak 30 kilogram lagi. Ini yang saya sampaikan, jadi ibu-ibu jangan khawatir. Yang desil 1 sampai desil 4 akan dapat lagi 30 kilogram untuk Oktober, November, Desember," kata Zulkifli Hasan.

Menurut Zulhas, pemerintah menyiapkan sekitar 1 juta ton beras untuk program bantuan pangan tersebut. Bantuan akan diberikan kepada 33,2 juta penerima manfaat yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kami sudah rakor, sudah selesai, Presiden setuju. Menteri Keuangan hari kemarin sudah mencairkan uangnya. Mudah-mudahan minggu ini 30 kilogram akan dibagi langsung desil 1, desil 2, desil 3, desil 4," ujarnya.

Selain bantuan gratis bagi masyarakat miskin, pemerintah juga menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menahan laju kenaikan harga beras. Sebanyak 1 juta ton beras SPHP disiapkan dengan harga eceran Rp12.500 per kilogram.

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat di luar penerima bantuan pangan, khususnya kelompok desil 5 hingga desil 8 yang masih mampu membeli beras namun terdampak kenaikan harga.

"Oleh karena itu kami juga sudah mengusulkan rakor bersama Pak Mentan. Presiden sudah setuju, sudah turun uangnya. Beras subsidi namanya SPHP, berapa banyak? Satu juta ton juga. Tapi ini yang beli," tuturnya.

Zulhas menjelaskan beras SPHP akan disalurkan melalui pasar tradisional, jaringan Bulog, serta Koperasi Desa Merah Putih agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau.

"Nanti Bulog akan masukkan ke pasar-pasar tradisional, ke koperasi-koperasi Desa Merah Putih agar masyarakat bisa membeli dengan harga yang terjangkau," ujar dia.

 

Jatah Untuk Sulawesi Selatan

Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mendapat penugasan menyalurkan bantuan pangan beras kepada sekitar 1,13 juta penerima manfaat pada periode Oktober hingga Desember 2026.

Penugasan tersebut merupakan tindak lanjut keputusan pemerintah yang kembali menyalurkan bantuan pangan beras bagi kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4 selama tiga bulan ke depan.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Karmila Hasmin Marunta, mengatakan total beras yang akan disalurkan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencapai 33 ribu ton untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.

"Bulog mendapatkan penugasan untuk 1.130.000 penerima bantuan pangan atau untuk tiga bulannya sebanyak 33.000 ton beras untuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat," kata Karmila.

Menurut Karmila, penugasan baru tersebut diberikan setelah Bulog menuntaskan penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September 2026.

"Untuk bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, September alhamdulillah kita sudah realisasi 100 persen. Setelah realisasi 100 persen, Bulog mendapatkan penugasan untuk menyalurkan kembali bantuan pangan alokasi Oktober, November, dan Desember," ujarnya.

 

Bulog Salurkan SPHP

Selain bantuan pangan gratis, Bulog juga mendapat penugasan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga beras di masyarakat.

Untuk wilayah Sulsel dan Sulbar, alokasi beras SPHP yang diterima mencapai 74 ribu ton. Sementara untuk komoditas jagung, Bulog mendapat penugasan sebanyak 6 ribu ton.

"Untuk Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat kita juga mendapatkan penugasan SPHP sebanyak 74.000 ton. Untuk jagung juga kita mendapatkan penugasan sebanyak 6.000 ton," ujarnya.

Karmila menjelaskan Bulog terus menyalurkan beras SPHP ke pasar-pasar guna menjaga pasokan dan menekan gejolak harga. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui program Percepatan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

 

Kerja Sama dengan Pasar Tradisional di Makassar

Menurut dia, Bulog telah bekerja sama dengan sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar melalui enam kios pangan Bulog yang menjadi titik penyaluran beras SPHP.

"Kita tetap menggelontorkan atau menyalurkan beras SPHP ke pasar-pasar. Bulog sudah bekerja sama dengan pasar tradisional di Kota Makassar sebanyak enam titik kios pangan Bulog yang ada di pasar SPHP sehingga beras SPHP tetap ada di tengah masyarakat, baik di pasar tradisional, ritel modern maupun kegiatan Gerakan Pangan Murah," katanya.

Untuk komoditas jagung, pemerintah menetapkan harga Rp5.000 per kilogram. Hingga saat ini, Bulog Sulselbar telah merealisasikan 5.700 ton dari total penugasan 6.000 ton.

"Jagung tadi disampaikan harganya Rp5.000 dan Bulog sudah menyalurkan 5.700 ton," pungkas Karmila.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6