Timnas Indonesia Era Luis Milla dan Fenomena Striker Seret Gol

Belum ada satu pun penyerang konsisten unjuk ketajaman di Timnas Indonesia besutan Luis Milla.

Diterbitkan 19 November 2017, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di era Luis Milla, Timnas Indonesia Senior seret raihan hasil positif. Dari enam laga yang dijalani, Tim Garuda hanya menang dua kali saja, dua kali imbang, serta dua kali kalah.

Milla bukan tanpa upaya mencoba mengerek produktivitas tim asuhannya. Ia memasukkan nama bomber naturalisasi, Ilija Spasojevic, dalam barisan skuat utama Timnas Indonesia kala meladeni Suriah U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017).

Namun, Spaso yang amat garang di klubnya Bhayangkara FC, juga tak bisa berbuat apa-apa. Timnas Indonesia kalah 0-1 dalam duel itu.

"Senang rasanya bisa menjalani debut bersama Timnas Indonesia, tapi maaf jika saya belum maksimal membantu Indonesia meraih kemenangan," tutur Spaso usai laga.

Seusai laga Timnas Indonesia melawan Suriah U-23 Luis Milla buka suara menyangkut performa anak-asuhnya yang tak maksimal.

Timnas Indonesia sepanjang laga mendapat sekurangnya lima peluang emas, di mana dua di antaranya didapat Boaz Solossa, namun tak satu pun berujung gol. Milla menyebut delapan pemain senior tidak bermain dengan harmonisasi yang baik.

Luis Milla menurunkan delapan pemain senior itu sejak menit awal pertandingan, dengan tambahan Febri Hariyadi, Gavin Kwan Adsit, dan Ricky Fajrin.

Luis Milla Tetap Tenang

Namun, permainan Tim Garuda tampak tidak berkembang di babak pertama.Beberapa pergantian dilakukan di babak kedua, hingga akhirnya Timnas Indonesia hanya menyisakan empat pemain senior, yaitu Andritany Ardhiyasa di bawah mistar gawang, Fachruddin Aryanto dan Ahmad Jufriyanto di pusat pertahanan, dan Boaz Solossa yang naik ke posisi striker.

Permainan Timnas Indonesia di babak kedua sedikit berkembang, tetapi justru kebobolan pada menit ke-84 melalui Mouhamed Anez. Timnas Indonesia akhirnya kalah 0-1.

"Kita semua melihat dalam beberapa hari terakhir ada tiga tim berbeda yang bermain. Suriah bermain dengan harmonisasi yang sangat baik dan itu wajar karena mereka bersama sudah selama beberapa bulan terakhir. Timnas Indonesia dengan pemain U-23 juga bermain cukup harmonis meski gagal mencetak gol ketiga. Sementara tim yang ini, memang kurang harmonis," papar Luis Milla seusai laga.

"Namun, itu adalah hal yang wajar. Tim ini baru berkumpul, berbeda dengan pemain U-23 yang sudah delapan bulan berkumpul. Jadi, itu semua normal. Saya berharap ke depannya akan ada kesempatan tim ini untuk terus bersama dan menjadi lebih baik," lanjut pelatih asal Spanyol itu.

Boaz Solossa, dalam sebuah perbincangan dengan Bola.com belum lama ini, menyebut tak ada yang salah dengan taktik yang diterapkan Luis Milla. Kalaupun ia tak menyumbang gol buat Tim Merah-Putih, lebih pada faktor keberuntungan.

Boaz bahkan mengaku cocok dengan style bermain yang diusung Milla, yang mengoptimalkan pemain berskill individu tinggi, mirip-mirip dengan permainan ala negaranya. Sistem bermain ini mendukung Boaz produktif di Persipura Jayapura.

"Luis Milla pelatih bagus, saya memang belum beruntung saja," kata penyerang serbabisa berusia 31 tahun itu.

Boaz di Liga 1 2017 tengah mengalami penurunan produktivitas. Ia tidak lagi jadi raja gol Tim Mutiara Hitam. Selama semusim ia hanya mencetak 10 gol saja, jumlah yang terhitung sedikit dibanding musim-musim sebelumnya.

Luis Milla sejatinya memang tidak perlu risau karena ia masih punya banyak waktu menata tim sebelum pada akhir tahun depan berlaga di Piala AFF 2018. Demikian pula dengan Timnas Indonesia U-23 yang akan berperang di Asian Games 2018 pada pertengahan tahun depan. Layak dinanti gebrakan sang nakhoda.

 

 

Laga Timnas Indonesia di Era Luis Milla

Laga Timnas Indonesia di Era Luis Milla:

21 Maret 2013: Indonesia Vs Myanmar 1-3 (Gol: Ahmad Nur Hardianto)

8 Juni 2017: Kamboja Vs Indonesia 0-2 (Gol: Irfan Bachdim, Gian Zola)

13 Juni 2017: Indonesia Vs Puerto Rico 0-0

2 September 2017: Indonesia Vs Fiji 0-0

4 Oktober 2017: Indonesia Vs Kamboja 3-1 (Gol: Lerby Eliandry, Rezaldi Hehanusa dan Septian David Maulana)

18 November 2017: Indonesia Vs Suriah U-23 0-2

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan