Timnas Indonesia Era Luis Milla dan Fenomena Striker Seret Gol

Belum ada satu pun penyerang konsisten unjuk ketajaman di Timnas Indonesia besutan Luis Milla.

Diterbitkan 19 November 2017, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta, - Sejak ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada awal 2017, Luis Milla, seringkali bergonta-ganti memilih striker. Namun, pelatih asal Spanyol itu terlihat belum menemukan sosok predator yang bisa diandalkan sebagai goal getter bagi Tim Merah-Putih. 

Pasca memikul tongkat estafet dari Alfred Riedl, Milla tercatat enam kali memimpin skuat Timnas Indonesia menjalani laga internasional. Hanya sosok Irfan Bachdim dan Lerby Eliandry yang sukses mempersembahkan gol buat timnas. Itupun dengan jumlah minimalis, sebiji gol saja.

Irfan menyumbang gol Tim Garuda berjumpa Kamboja dalam laga uji coba jelang SEA Games 2017 pada Kamis (8/6/2017). Saat itu timnas menang 2-0.

Sementara itu, Lerby juga menyumbang satu gol saat Timnas Indonesia bersua lawan yang sama dalam ajang uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (4/10/2017).

Skor akhir  laga 3-1. Sosok Boaz Solossa, yang jadi mesin gol Timnas Indonesia di era Alfred Riedl, seperti kehilangan taji di zaman Milla. Tampil di dua bentrok internasional melawan Fiji pada Sabtu (2/9/2017) dan Suriah U-21 pada Sabtu (18/11/2017) bomber haus gol asal Persipura Jayapura gagal unjuk produktivitas.

Padahal, tahun lalu, dalam hitungan empat bulan Boaz menyumbang enam gol buat Timnas Indonesia, di mana tiga di antaranya disumbang di ajang Piala AFF 2016.

Kemarau gol juga menular di Timnas Indonesia U-22 (yang kini menjadi U-23).

Saat berlaga di SEA games 2017, duo striker Marinus Wanewar dan Ezra Walian, hanya mengoleksi masing-masing satu gol saja. Produktivitasnya kalah dibanding gelandang serang belia, Septian David Maulana, yang menyumbang tiga gol.

Septian David Maulana Jadi Solusi

Septian David Maulana saat ini bisa dibilang naik daun. Pemain Mitra Kukar yang juga dipromosikan Luis Milla ke skuat Timnas Indonesia level senior, secara konsisten unjuk ketajaman menjebol gawang lawan.

Ia jadi salah satu pemain yang mencetak gol saat timnas mengalahkan Kamboja 3-1. Terakhir, saat Timnas Indonesia U-23 bersua Suriah U-23 pada Kamis (16/11/2017), sang pemain mencetak satu gol dalam pertandingan yang berkesudahan 2-3 tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di era Luis Milla, Timnas Indonesia Senior seret raihan hasil positif. Dari enam laga yang dijalani, Tim Garuda hanya menang dua kali saja, dua kali imbang, serta dua kali kalah. Milla bukan tanpa upaya mencoba mengerek produktivitas tim asuhannya. Ia memasukkan nama bomber naturalisasi, Ilija Spasojevic, dalam barisan skuat utama Timnas Indonesia kala meladeni Suriah U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017). Namun, Spaso yang amat garang di klubnya Bhayangkara FC, juga tak bisa berbuat apa-apa. Timnas Indonesia kalah 0-1 dalam duel itu. "Senang rasanya bisa menjalani debut bersama Timnas Indonesia, tapi maaf jika saya belum maksimal membantu Indonesia meraih kemenangan," tutur Spaso usai laga. Seusai laga Timnas Indonesia melawan Suriah U-23 Luis Milla buka suara menyangkut performa anak-asuhnya yang tak maksimal. Timnas Indonesia sepanjang laga mendapat sekurangnya lima peluang emas, di mana dua di antaranya didapat Boaz Solossa, namun tak satu pun berujung gol. Milla menyebut delapan pemain senior tidak bermain dengan harmonisasi yang baik. Luis Milla menurunkan delapan pemain senior itu sejak menit awal pertandingan, dengan tambahan Febri Hariyadi, Gavin Kwan Adsit, dan Ricky Fajrin.

Halaman
Show All
Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan