3 Sihir Luis Milla yang Bikin Thailand Frustrasi

Sukses Timnas Indonesia U-22 menahan imbang 1-1 juara bertahan SEA Games, Thailand, tak lepas dari kecerdikan Luis Milla meracik strategi.

Diterbitkan 15 Agustus 2017, 21:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Timnas Indonesia U-22 tampil trengginas di fase penyisihan Grup B SEA Games 2017. Menghadapi juara bertahan Thailand di Stadion Shah Alam, Selangor, Selasa (15/8/2017), Tim Merah-Putih memaksa hasil imbang 1-1. Luis Milla berperan besar pada pencapaian ini.

Penampilan anak-asuh Luis Milla tidak bisa dibilang buruk karena Evan Dimas dkk. memegang kendali permainan. Thailand dipaksa bermain cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Kombinasi Evan Dimas, Hargianto, dan Septian David Maulana, di sektor tengah menjadi mesin penggerak permainan Tim Garuda Muda.

Pada paruh pertama pertandingan Timnas Indonesia U-22 menguasai 59 persen kendali permainan. Permainan kombinasi umpan pendek merapat Tim Merah-Putih berjalan efektif. Passing timnas menembus 84 persen, berbanding 73 persen milik Thailand.

— Labbola (@labbola) August 15, 2017

Sayang, saat mendominasi permainan, Timnas Indonesia U-22 justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-13. Timnas Thailand U-22 membobol gawang Indonesia setelah lolos lewat jebakan offside. Bola umpan silang dari sayap kanan diterima pemain nomor punggung 10 Thailand, Chaiyawat Buran.

Kiper Tim Merah-Putih, Kurniawan Kartika Ajie, melakukan blunder karena gagal menangkap bola lambung. Ia lalu juga gagal menyelamatkan gawangnya dari tembakan Chaiyawat.

Memasuki babak kedua tim asuhan Luis Milla juga tetap mendominasi penguasaan bola. Serangan Timnas Indonesia U-22 lebih efektif. Febri Haryadi dkk. lebih berani melakukan tusukan ke area kotak penalti Tim Gajah Putih.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Statistik PertandinganIndonesia U23 1-1 Thailand U23#TimNasDay #TimNasStats #INATHA pic.twitter.com/pBFptNpQPY — Labbola (@labbola) August 15, 2017 Hasilnya positif. Akselerasi penyerang sayap Oswaldo Haay pada menit 61 memaksa pemain belakang Thailand melakukan tekel keras di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih. Septian David Maulana yang diplot sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan baik. Strategi Luis Milla sepanjang laga layak diacungin jempol. Walau hanya meraih hasil imbang [Timnas Indonesia U-22](3059284 "") tampil menghibur. Penggawa Garuda Muda memaksa Thailand, yang tercatat 15 kali menjadi juara ajang multievent kawasan Asia Tenggara, dibuat keteteran. Strategi apa saja yang digeber Milla? [vidio:Highlight babak kedua Indonesia Vs Thailand ( 1 - 1 )](https://www.vidio.com/watch/821638-highlight-babak-kedua-indonesia-vs-thailand-1-1)

Halaman
Show All
Ario Yosia, Erwin FitriansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan