4 Pesepak Bola yang Pernah Ikut Pilpres dan Pilkada

Cuauhtemoc Blanco terpilih sebagai Wali Kota Cuernavaca, Meksiko, setelah memenangkan Pilkada 2015.

Diterbitkan 15 Februari 2017, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Blanco memenangi pemilihan yang berlangsung 2015 lalu. Namun, pria 42 tahun itu baru akan mulai bekerja pada Januari 2016.

Terpilihnya Blanco tak lepas dari peran Wikipedia. Dilansir Medio Tempo, ia mencontek Wikipedia untuk mengisi Curicculum Vitae (CV) miliknya sebagai salah satu syarat untuk mencalonkan diri. Blanco menyalin data di Wikipedia dan memasukka ke dalam CV-nya.

Menariknya lagi, tidak ada informasi soal akademis atau pengalaman kerja yang berkaitan dengan pencalonan dirinya. Blanco lebih memilih untuk memasukkan data prestasi yang pernah dibuatnya sebagai pesepak bola, seperti 38 gol yang dicetaknya untuk Timnas Meksiko.

3. Sol Campbell

Usai pensiun sebagai pesepak bola pada 2011, Sol Campbell bergabung dengan partai buruh di Inggris. Mantan bek Arsenal itu bertekad untuk menyuarakan perjuangan hak buruh.

Tak hanya itu, Campbell turut menyuarakan persoalan rasial di dunia sepak bola Inggris. Eks bek Timnas Inggris itu kemudian memutuskan untuk ikut serta dalam pemilihan kandidat wali kota London dari Partai Konservatif.

Sayang, nama Campbell tak dimasukan dalam kandidat calon dari Partai Konservatif. Wali kota London akhirnya dimenangkan Sadiq Khan yang juga menggemari sepak bola.

4. Eric Cantona

Eric Cantona pernah mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis pada pemilihan umum 2012. Eks pemain Manchester United (MU) membutuhkan sekitar 500 dukungan pejabat terpilih hingga akhir Februari 2012 untuk bisa maju mencalonkan diri.

Untuk memuluskan jalannya, Cantona berkirim surat kepada seluruh wali kota di Prancis. Pria yang dijuluki The King of Old Trafford itu bahwa ia akan memperjuangkan kesamaan sosial jika diberikan kesempatan.

"Saya adalah warga yang berkomitmen. Komitmen itu membuat saya wajib untuk berbicara lantang, lebih serius daripada biasanya, tapi juga tetap mempertahankan rasa tanggung jawab saya, di waktu ketika negara kita tengah menghadapi pilihan sulit untuk masa depannya," tulis Cantona dalam suratnya.

Namun, Cantona tidak bisa memenuhi persyaratan. Ia gagal mengumpulkan sedikitnya 500 tanda tangan pejabat terpilih.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan