5 Klub yang Hobi Jual Tulang Punggung Tim

Dortmund, Ajax, Lyon, Porto, dan Tottenham masuk dalam daftar tersebut.

Diterbitkan 19 Januari 2017, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Olympique Lyon

Lyon adalah klub yang mendominasi sepak bola Prancis selama hampir satu dekade. Mereka sukses memenangkan tujuh gelar Liga Prancis secara beruntun pada 2002-2008.

Florent Malouda (AFP/JEFF PACHOUD)

Kesuksesan memenangkan dua gelar di musim 2007-2008 (Liga Prancis dan Piala Liga Prancis), bahkan, terbilang sangat mengejutkan. Pasalnya, saat itu mereka menjual para pemain top seperti Florent Malouda, Tiago, dan Eric Abidal sebelum musim dimulai.

Eksodus saat itu memang tak mempengaruhi kualitas permainan Les Gones. Pasalnya, saat itu mereka masih memiliki bintang-bintang seperti Hugo Lloris, Miralem Pjanic, dan Karim Benzema. Sayang, kurangnya daya tarik sepak bola Prancis membuat Lyon kembali melakukan penjualan besar.

Dalam enam tahun terakhir, nama-nama besar yang dijual Lyon adalah Lloris, Karim Benzema, Jeremy Toulalan, Aly Cissokho, Dejan Lovren, Bafetimbi Gomis, Clinton N'Jie, dan Samuel Umtiti.

4. Porto

Kesuksesan Porto di musim 2003-2004 tak lepas dari tangan dingin Jose Mourinho. Tak hanya memenangkan gelar Primeira Liga, tapi juga Liga Champions setelah membungkam AS Monaco tiga gol tanpa balas di final.

Kepergian Deco ke Barcelona menjadi penyebab keterpurukan Porto. (AFP/Lluis Gene)

Ia adalah klub pertama di luar empat liga top Eropa yang bisa memenangkan Liga Champions sejak 1993. Bahkan, Mourinho juga mengukir catatan luar biasa. Dalam 38 pertandingan, Porto hanya kebobolan 19 gol. Semusim sebelumnya, Mourinho membawa Porto meraih trofi Liga Europa.

Kala itu, Porto diperkuat pemain-pemain hebat seperti Ricardo Carvalho, Benni McCarthy, Maniche, Costinha, Paulo Ferreira, Derlei, dan Deco. Namun, saat Mourinho pergi untuk bergabung ke Chelsea, eksodus pemain pun ikut terjadi.

Porto tak kuasa untuk menjual aset-aset terbaik mereka. Salah satunya adalah kepergian Deco ke Barcelona. Namun, dibandingkan kepergian para pemain, keberangkatan Mourinho disebut-sebut sebagai kehilangan terbesar mereka.

5. Tottenham Hotspur

Tottenham mungkin bisa menjadi klub terbaik di dunia, bahkan melebihi Real Madrid. Itu jika mereka tak menjual para pemain terbaiknya dalam beberapa musim terakhir. Hasilnya, tak ada lagi trofi yang dimenangkan setelah Piala Liga Inggris 2007-2008.

Meski memiliki peran vital, Tottenham Hotspur tetap tak ragu menjual Gareth Bale. (AFP PHOTO / IAN KINGTON)

Tottenham seperti klub yang hanya bercita-cita menjadi tim papan atas tanpa benar-benar melakukan upaya untuk mewujudkannya. The Lilywhites malah seakan sengaja melakukan penjualan untuk mendapatkan keuntungan besar.

Sejak musim panas 2012, mereka sudah kehilangan Luka Modric, Rafael van der Vaart, Gareth Bale, Sandro, Roberto Soldado, Paulinho, Andros Towsend, hingga Nacer Chadli.

Untungnya, sejak kehadiran Mauricio Pochettino pada 2014, mereka juga mulai gemar melakukan belanja pemain berkualitas. Sejak musim panas 2014, mereka sudah menggelontorkan biaya hingga 158,6 juta euro.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan