Duel Antarlini Arema Vs MU: Merata di Semua Sektor

Membedah kekuatan, kedua kubu cenderung merata di semua lini.

Diterbitkan 02 September 2016, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mengacu data statistik dari LabBola, pemain bertahan asal Brasil ini melakukan 67 persen tekel sempurna dan bahkan memiliki 80% umpan matang. Satu gol dan satu assist sudah disumbangkan oleh pemain yang pada 29 Agustus kemarin genap berusia 34 tahun itu.

Gelandang

Raphael Maitimo vs Dane Milovanovic

Bersama Singo Edan musim ini, Maitimo menjadi jenderal lapangan tengah Arema Cronus. Kemampuan membangun serangan dari tengah menjadi andalan skuat besutan Milomir Seslija ini.

Bermain di 15 pertandingan, Maitimo menorehkan satu gol dan empat assists untuk Arema. Catatan statistiknya juga mentereng, dengan melakukan 83% akurasi umpan, dan 100% giringan bola. Dalam segi bertahan, bek kelahiran 17 Maret 1984 tersebut juga apik. Dia melakukan 63% tekel sukses dengan berbuah 28 pelanggaran, dan hanya meraih dua kartu kuning saja sampai pekan ke-18.

Sementara itu, Maitimo punya lawan berat dalam duelnya di lini tengah nanti. Dia adalah Gelandang asal Australia, Dane Milovanovic.  Baru bermain 10 laga, Milovanovic sudah menunjukkan permainan atraktifnya. Dua gol dan tiga assists sudah dia sumbangkan untuk anak asuh Gomes de Oliveira ini.

Catatan itu juga dibarengi dengan catatan statistik yang apik. Dia berhasil melakukan 79 persen akurasi upan, dan 46% tekel sukses. Pertarungan lini tengah antara Maitimo dan Dane layak dinanti.

Depan

Cristian Gonzales vs Pedro Aracil

Cristian 'El Loco' Gonzales dan Pedro Aracil bakal menjadi tulang punggung kedua kubu untuk membobol gawang lawan. Meski cedera sempat menganggu Gonzales, namun sang pemain sempat bangkit dan menunjukkan ketajaman lagi bersama Singo Edan. Sejauh ini Gonzales sukses mencetak enam gol untuk Singo Edan. Padahal, dia baru turun sebanyak 13 partai Arema.

Beralih ke Pedro. Performa striker jebolan Valencia ini sejatinya sempat diragukan pada awal turnamen. Dia hanya mampu mencetak dua gol saja untuk Madura United dalam lima pekan awal. Kendati begitu, perlahan tapi pasti, Pedro sukses menepis kritik yang datang. Dia sukses menebar ancaman, dimulai saat laga kontra Persiba Balikpapan 13 Juni 2016 lalu.

Ka

la itu, striker asal Spanyol tersebut sukses mencetak hat-trick untuk Sapee Kerab. Setelah laga itu, Pablo belum berhenti mencetak gol, dan kini total sudah menghasilkan 11 gol dan empat assists yang artinya, nyaris setengah dari jumlah 27 gol yang sudah dicetak Madura United. (Penulis: Indra Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan