Hooligan Rusia, Berguru Kepada Inggris dan Anti-Alkohol

Hooliganisme di Rusia mulai berkembang setelah keruntuhan Uni Soviet.

Diterbitkan 15 Juni 2016, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2

Didukung Pemerintah?

Karena akrab dengan kekerasan dan mengganggu keamanan, hooligan kerap dianggap sebagai musuh pemerintah. Di awal kemunculannya di Inggris pada era akhir 1960-an, hooligan bahkan dijuluki sebagai English Disease alias penyakit orang Inggris.

Namun hal itu seperti tak berlaku di Rusia. Alih-alih menjadi musuh, hooligan Rusia justru seperti mendapat dukungan.

Dalam kasus Marseille misalnya, anggota parlemen Rusia, Igor Lebedev justru menyemangati para hooligan Rusia usai menyerang hooligan Inggris. "Saya tidak melihat sesuatu yang menakutkan dari perkelahian fans. Sebaliknya, kerja bagus fans, tetap seperti itu," kata Lebedev.

"Mereka mempertahankan harga diri negara mereka," kata Lebedev yang juga anggota Komite Eksekutif Federasi Sepak Bola Rusia (RFU).

Vladimir Markin, juru bicara Komite Investigasi Rusia juga tak ketinggalan mendukung aksi fans. Menanggapi kritik yang ditujukan kepada hooligan Rusia, Markin berujar "Seorang pria normal, seperti seharusnya, selalu mengejutkan. Mereka (para pengkritik) terbiasa melihat laki-laki di parade gay."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan