Sukses

Suporter Berulah Lagi, Rusia Bakal Ditendang dari Euro 2016

Liputan6.com, Jakarta Tim nasional (Timnas) Rusia terancam pulang lebih awal dari Euro 2016. Ulah brutal para pendukungnya juga membuat tim berjuluk Beruang Merah itu dijatuhi denda yang tidak sedikit.

Sanksi ini merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi di Stade Vélodrome, Marseille saat Rusia bertemu Inggris, Sabtu lalu. Saat itu, terjadi perkelahian di tribun penonton yang dipicu fans Rusia.

 

Mereka menyerang suporter Inggris di penghujung laga. Akibat kejadian ini, sejumlah orang terluka. Selain itu, suporter Rusia juga kedapatan menyalakan flare dan kembang api di dalam stadion.

Seperti dilansir BBC, UEFA telah membawa kasus ini ke sidang komite disiplin dan etik. Hasilnya, UEFA menjatuhkan sanksi berlapis kepada Rusia atas kejadian tersebut karena telah melanggar artikel 20.

Salah satunya adalah penangguhan sanksi diskualifikasi kepada Timnas Rusia hingga turnamen berakhir. Artinya, Rusia akan dipulangkan dari Euro 2016 bila suporernya berulah lagi di dalam stadion.

Selain itu, Rusia juga dikenai denda sebesar 150 ribu euro. UEFA mempersilahkan Rusia bila ingin mengajukan banding, tapi Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko, menolak mengambil kesempatan itu.

"Hukuman ini sebenarnya berlebihan, tapi kita tidak akan bisa mempengaruhinya," katanya kepada R-Sport. "Denda ini sangat besar bagi Federasi Sepak Bola Rusia (RFU) yang bukan organisasi yang mencari keuntungan. Tidak ada keinginan untuk mengajukan banding," beber Mutko.

2 dari 2 halaman

Sebar Teror

Beberapa hari terakhir, fans Rusia memang menyebar teror di Euro 2016. Kebrutalan para pendukung Beruang Merah memicu kericuhan di berbagai tempat di kota Marseille.

Sasaran mereka adalah suporter Inggris. Sejumlah orang terluka dan masuk rumah sakit. Jalanan di kota Marseille juga berubah menjadi medan perang yang penuh darah dan korban yang berceceran.

Saksi mata melihat serangan yang dilakukan fans Rusia sangat terorganisir. Mereka menyerang dengan senjata berupa botol, potongan besi, hingga kursi. Kepolisian Prancis juga menemukan sekitar 150 suporter Rusia yang menjadi pemicu kericuhan. Mereka diduga telah terlatih menjalankan aksinya.

Rusia sendiri berada di grup B bersama Inggris, Wales, dan Slovakia. Setelah bertemu Inggris, Rusia selanjutnya akan berhadapan dengan Slovakia di Stade Pierre-Mauroy, Rabu, 15 Juni 2016.