Gebrakan Sepak Bola Tiongkok Menuju 50 Juta Pemain di Tahun 2050

Tiongkok tengah menyiapkan rencana besar terhadap sepak bola di negaranya.

Diterbitkan 13 April 2016, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berbagai cabang-cabang olahraga yang selama ini dikuasi oleh atlet-atlet dari Eropa dan Amerika sudah mulai dikuasi oleh Tiongkok. Bahkan sejumlah rekor juga tercipta atas nama atlet mereka.

Meski demikian, kiprah Tiongkok di cabang olahraga sepak bola tidak semulus cabor lainnya. Negara dengan jumlah penduduk hampir 1 Miliar itu baru sekali lolos ke putaran final Piala Dunia pada 2002. Tiongkok juga terancam absen di Piala Dunia 2018 karena penampilan buruk di babak kualifikasi. 

Namun program pembinaan usia muda yang dicanangkan oleh CFA bukan satu-satunya gebrakan Tiongkok dalam dunia sepak bola. Belum lama ini, Tiongkok telah mencengangkan dunia lewat langkah klub-klub elite Tirai Bambu. Sebanyak 300 juta USD digelontorkan demi memboyong pemain-pemain top dunia ke Liga Primer China. Sebut saja Ramires. Pemain asal Brasil ini diboyong dari Chelsea dengan nilai transfer fantastis, yakni sebesar 35 juta dolar AS (sekitar Rp 485 miliar).  

Upaya ini memang berpotensi menggerus talenta lokal. Namun dari segi promosi, kehadiran pemain-pemain elite tersebut bakal meningkatkan popularitas sepak bola di Tiongkok.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, juga mendukung upaya CFA dengan menempatkan sepak bola sebagai olahraga prioritas di negaranya. Dia juga mendorong anggota dewan membantu mewujudkan program jangka panjang tersebut. Bahkan sepak bola juga bakal menjadi salah satu jargon politik pada partai komunis Tiongkok yang menjadi penguasa di pemerintahan Tiongkok.

Dalam dokumen tertulis bahwa,"Sepak bola merupakan wadah yang baik untuk menjaga semangat nasional dan sepak bola juga menjadi berperan sebagai propaganda terhadap nilai-nilai sosialis." 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Fadjriah Nurdiarsih, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan