Madrid Usung Spirit Juanito Sambut Wolfsburg di Bernabeu

Bisakah Real Madrid membalikan keadaan atas Wolfsburg?

Diterbitkan 08 April 2016, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Apalagi, merujuk statistik, Madrid selalu gagal lolos dalam delapan partai terakhir di Liga Champions, jika mereka kalah lebih dahulu di leg pertama.

Angin berbalik. Madrid yang semula diunggulkan kini berada dalam posisi terpojok. Pertanyaan yang sekarang muncul adalah, bisakah Madrid membalikan keadaan ketika statistik dan hasil leg pertama tak menguntungkan mereka?

Toni Kroos, Pepe, dan Karim Benzema harus rela melihat timnya, Real Madrid kalah 0-2 dari Wolfsburg

Spirit Juanito

Untuk menjawabnya, semifinal Piala UEFA (sekarang Liga Europa) musim 1984/85 bisa menjadi acuan. Ketika itu, Madrid bersua Inter Milan di babak semifinal.

El Real kalah 0-2 lebih dulu oleh Inter di Giusseppe Meazza dalam partai yang dihelat 10 April 1985. Dua gol Inter dicetak Liam Brady dan Alessandro Altobelli. Usai pertandingan, pemain Madrid, Juanito langsung menghampiri bek Inter, Graziano Bini.

Juanito, yang kemudian menjadi legenda Madrid, ketika itu berkata "Noventa minuti en el Bernabéu son molto longo." Dalam bahasa Indonesia, kalimat itu berarti 90 menit di Bernabeu adalah waktu yang sangat lama.

Juanito melontarkan kalimat yang terkenal usai Madrid kalah 0-2 dari Inter di Piala UEFA 1984-85


Dua pekan kemudian, giliran Madrid yang menjamu Inter di Bernabeu. Entah karena kalimat Juanito itu atau bukan, Madrid tampil trengginas di hadapan publiknya sendiri.

Madrid langsung unggul dua gol sebelum turun minum. Dua gol itu mereka cetak lewat aksi Carlos Alonso Gonzales atau yang lebih dikenal dengan nama Santillana. Madrid kemudian menang 3-0  atas Inter setelah Michel mencetak gol ketiga di menit 59.

Madrid pun lolos ke babak final dengan kemenangan agregat 3-2 atas Inter. Di final, Madrid bertemu wakil Hungaria, Videoton FC.Dalam final yang dihelat dengan format dua leg,  Madrid menang dengan agregat 3-1 dan merengkuh trofi Piala UEFA.

Saat itu, trofi tersebut menjadi yang pertama bagi Madrid dalam 19 tahun terakhir sejak meraih trofi Liga Champions musim 1965-66.

p>Kisah Juanito dan Madrid di Piala UEFA musim 1984-85 mungkin bisa mejadi pelecut semangat bagi Zinedine Zidane. Sebagai pelatih, Zidane toh tak punya pilihan selain tetap optimistis.

Tak peduli keadaan saat ini, Zidane harus tetap memompa semagat timnya untuk menatap leg kedua, pekan depan.

Zinedine Zidane bisa menjadikan ucapan Juanito sebagai pelecut / AFP

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Luthfie Febrianto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan