Myanmar vs Indonesia U-23: Buruk di Belakang, Mandul di Depan

Indonesia kalah 2-4 dari Myanmar di laga perdana Sea Games 2015.

Diterbitkan 03 Juni 2015, 13:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Singapura - Hasil buruk harus diterima Tim Nasional Indonesia U-23 pada pertandingan pertama Grup A SEA Games 2015 cabang olahraga sepak bola. Garuda Muda harus mengakui keunggulan Myanmar U-23 setelah kalah cukup telak dengan skor 2-4.

Bermain di Stadion Jalan Besar, Singapura, tim asuhan Aji Santoso kesulitan menghadapi pressing ketat yang dilakukan Myanmar U-23. Hasil itu membuat langkah Garuda Muda untuk lolos ke semifinal semakin terjal. Namun, peluang masih terbuka lebar bila Manahati Lestusen dan kawan-kawan mampu memaksimalkan tiga laga tersisa.

Berikut ulasan statistik laga Myanmar U-23 vs Indonesia U-23 yang berlangsung pada Selasa (2/6) malam. 

>Bersambung ke halaman selanjutnya>>>

Myanmar Terapkan Pressing Ketat

Myanmar Terapkan Pressing Ketat

Indonesia U-23 bermain dengan pola 4-3-3, di mana trio Evan Dimas, Adam Alis, dan Zulfiandi beroperasi di lini tengah. Sedangkan Myanmar U-23 menerapkan pola 4-4-1-1 dengan strategi pressing ketat. Selama pertandingan, tampak pemain Myanmar U-23 rajin maju menekan dan mengejar bola, sehingga pola permainan Indonesia U-23 tidak berjalan dengan maksimal.

Statistik menunjukkan Myanmar U-23 berhasil melakukan 35 tekel sukses dengan tingkat akurasi 67 persen. Di sisi lain, pemain-pemain Indonesia U-23 tercatat kehilangan bola sebanyak 54 kali. Salah satu tekel sukses yang dilakukan pemain Si Thu Aung terhadap Hansamu Yama berujung pada gol ketiga untuk Myanmar U-23.

Bermain menekan, Myanmar U-23 tercatat melepaskan 20 tembakan, di mana 11 di antaranya mengarah ke gawang Indonesia U-23 yang dijaga M. Natshir. Gelandang serang Ye Ko Ko menjadi pemain dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak (3 kali).

Sedangkan Indonesia U-23 hanya berhasil melepaskan 13 tembakan yang 6 di antaranya mengarah ke gawang. Ahmad Nufiandani adalah pemain dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak (2) bagi Indonesia, namun, berbeda dengan Ye Ko Ko, Dani berhasil mencetak 1 gol. 

p>Bersambung ke halaman berikutnya>>> 

Koordinasi Buruk Lini Belakang Indonesia U-23

Koordinasi Buruk di Lini Belakang Indonesia U-23

Dua dari 4 gol yang bersarang ke gawang Indonesia U-23 berawal dari buruknya koordinasi sektor pertahanan dalam menghadapi situasi set piece. Gol kedua dan keempat Myanmar U-23 diawali tendangan bebas dari sisi lapangan yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Indonesia U-23.

Empat pemain belakang Indonesia U-23 yang diisi Syaiful Indra Cahya, Hansamu, Manahati Lestusen, dan Abduh Lestaluhu tercatat melakukan 24 upaya tekel. Dari angka total tersebut, ada 8 upaya tekel yang gagal. Sedangkan dalam hal intersep, 4 bek tersebut tercatat melakukan 26 upaya dan 22 di antaranya berhasil memotong umpan lawan.

Selain bermain menekan, Myanmar U-23 juga bermain efektif dengan meminimalisasi kesalahan. Tim asuhan Kyi Lwin terus berupaya untuk menyelesaikan setiap serangan yang mereka bangun. 

Bersambung ke halaman selanjutnya>>>

Gelandang Bermain Baik, Lini Depan Tumpul

Gelandang Bermain Baik, Lini Depan Tumpul

Trio Evan, Adam, dan Zulfiandi sebetulnya bermain cukup baik dalam membangun serangan Indonesia U-23. Jika dirata-rata, masing-masing ketiga pemain tersebut melepaskan 50 operan sukses dengan rata-rata akurasi 82%. Adam bahkan tercatat sebagai pemberi assist untuk kedua gol Indonesia U-23 yang dicetak Abduh Lestaluhu dan Dani. Sayangnya, lini serang Garuda Muda gagal mengimbangi performa barisan gelandang.

Muchlis Hadi yang bermain sebagai ujung tombak utama hanya tercatat melepaskan 1 tembakan yang gagal menemui sasaran di sepanjang laga. Peluang tersebut seharusnya bisa menjadi gol pembuka pertandingan jika saja Muchlis lebih tenang dalam mengeksekusi peluang.

Masuknya Yandi Sofyan pada menit ke-63 cukup menambah daya dobrak Indonesia U-23. Yandi sendiri tercatat melepaskan 3 tembakan yang 2 di antaranya mengarah ke gawang. 

Bersambung ke halaman berikutnya>>>

Man of the Match: Si Thu Aung

Man of the Match: Si Thu Aung

Pemain yang beroperasi di sektor sayap kiri Myanmar U-23 layak menjadi man of the match pada laga ini. 2 gol yang ia cetak cukup membuktikan kontribusinya atas kemenangan The White Angels.

Catatan impresif pemain Yadanarbon FC ini juga ditunjukkan dari statistik sundulannya. Sepanjang laga, Si Thu Aung tercatat melakukan 4 upaya sundulan dengan persentase sukses 100 persen. Dalam hal operan, pemain bernomor punggung 5 ini tercatat melepaskan 36 operan sukses dengan akurasi 84 persen.

Untuk urusan bertahan, pemain yang juga bisa bermain sebagai bek sayap ini juga tercatat melakukan 4 tekel sukses, yang 1 di antaranya berujung pada gol keduanya. Selain itu, ia juga tercatat melakukan 3 intersep, 1 sapuan, dan sekali blok umpan silang.

Masih ada 3 laga tersisa bagi Evan Dimas dkk. untuk bisa memperbaiki penampilannya. Tim pelatih Indonesia U-23 tidak hanya dituntut untuk membenahi sistem permainan dan koordinasi, tetapi juga sisi psikologis para pemain. Motivasi dan semangat harus mampu ditingkatkan.

Di SEA Games 2013 lalu, Indonesia U-23 sempat ditaklukkan Thailand U-23 di fase grup dengan skor 1-4. Namun, Alfin Tuasalamony dkk. saat itu berhasil bangkit dan melaju hingga partai puncak. Semoga para punggawa timnas U-23 kali ini juga mampu bangkit dan meraih hasil maksimal.

Grafis

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/891493/original/077464900_1433306205-SEA_Games_2015_-_Myanmar_U-23_vs_Indonesia_U-23.jpg

(Pramuaji Ajay /LabBola)



Baca juga:

De Gea ke Madrid, Seperti Ini Respon Sergio Ramos
Beda Intervensi kepada PSSI di 2007,2011 dan 2015
Indonesia Kalah, Pelatih Singapura: Sanksi FIFA Berpengaruh
Enrique Analisa Duel Final Juventus vs Barcelona
Mengenal Cara Melatih Calon Juru Taktik Baru Real Madrid

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan