5 Faktor Penentu Kemenangan di El Clasico 2015

Sejak tahun 13 Mei 1902 hingga saat ini, El Clasico telah berlangsung selama 229 pertandingan.

Diterbitkan 20 Maret 2015, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di Barcelona, Messi mempunyai rekan duet yang hebat, yakni Luis Suarez dan Neymar. Suarez yang beradaptasi dengan lambat bersama Los Blaugrana berhasil menemukan performa terbaiknya. Mantan striker Liverpool itu telah mencetak tujuh gol dan sembilan assists.

Neymar tidak kalah menterengnya dengan Suarez. Musim ini, bintang Timnas Brasil itu menjadi salah satu pemain paling berbahaya di La Liga. Dia sudah mencetak 17 gol dan empat assists.

http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/789693/original/016922000_1420391192-2014-12-16T214126Z_895601557_GM1EACH0F5401_RTRMADP_3_SOCCER-SPAIN_1_.JPG

Sementara itu, rekan Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale sedang mendapat banyak kritikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebelum kemenangan 2-0 atas Levante, 16 Maret lalu, Benzema dan Bale tidak mencetak gol dan assists dalam delapan pertandingan.

Trio BBC milik Madrid itu diharapkan pelatih Carlo Ancelotti bangkit dan menunjukkan kelasnya sebagai penyerang paling mematikan saat melawan Los Blaugrana.

Kondisi Pemain

4. Kondisi Pemain

Kondisi pemain juga penjadi penentu di El Clasico. Dalam hal ini, Real Madrid lebih diuntungkan karena punya waktu istirahat selama tujuh hari.

Sementara Los Blaugrana baru saja menyelesaikan pertandingan melawan Manchester City di Camp Nou pada babak 16 besar Liga Champions, 19 Maret silam. Di pertandingan tersebut, tenaga Lionel Messi dan kawan-kawan banyak terkuras.

Namun, bagi tim asuhan Luis Enrique, stamina bukanlah masalah besar. Sebab, pemain Los Blaugrana punya daya juang dan semangat yang tinggi untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan.

Sergio Busquets

5. Sergio Busquets

Faktor penentu terakhir adalah Sergio Busquets. Gelandang Barcelona itu adalah salah satu pemain yang paling berpengaruh di laga El Clasico.

Bagaimana tidak, Buesquets sangat pintar mempermainkan emosi semua pemain Madrid. Biasanya, sasaran utama gelandang asal Spanyol itu adalah bek Madrid yang mudah terpancing emosi, Sergio Ramos dan Pepe.

Peluang Busquets untuk memancing emosi pemain Madrid terbilang besar, terlebih lagi dia tidak dimainkan saat Barcelona menghadapi Manchester City.

Baca juga:

7 Saga Transfer yang Bakal Terjadi Awal Musim Depan

Striker Inggris Kabulkan Harapan Bocah Kelainan Genetik

Jelang Hadapi Liverpool, Van Gaal Putuskan Pensiun di MU

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan