Real Madrid Masih Lemah Dalam Hal Intensitas Lari dan Pressing

Real Madrid masih menjadi tim dengan jarak tempuh dan pressing terendah di La Liga. Jose Mourinho dituntut mengubah masalah tersebut.

Diterbitkan 23 September 2026, 06:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid belum menunjukkan perubahan signifikan sejak kembali ditangani Jose Mourinho. Salah satu masalah paling mencolok adalah rendahnya intensitas lari dan pressing yang membuat permainan Los Blancos sulit berkembang secara konsisten.

Real Madrid saat ini tertinggal enam poin dari Barcelona di La Liga. Dalam beberapa pertandingan bersama Mourinho, performa tim juga masih naik turun, bahkan ada laga ketika mereka kesulitan memberikan pengaruh di kedua sisi lapangan.

Situasi tersebut membuat kemampuan Mourinho melakukan perubahan menjadi pertanyaan penting. Apalagi, statistik yang berkaitan dengan jarak tempuh dan pressing menunjukkan persoalan yang sudah berlangsung lebih lama di klub tersebut.

Real Madrid Masih Minim Intensitas

Menurut data yang ditampilkan La Liga TV, Real Madrid menjadi tim dengan jarak tempuh dan pressing terendah di kasta teratas Spanyol. Statistik dari Madrid Zone juga menempatkan mereka di posisi terbawah dalam jarak tempuh per pertandingan di antara klub dari lima liga top Eropa.

Angka tersebut menjadi perhatian karena Real Madrid sedang berusaha kembali bersaing untuk trofi. Intensitas permainan menjadi semakin penting ketika kualitas individu tidak selalu mampu menyelesaikan setiap pertandingan secara mandiri.

Persoalan ini bukan sepenuhnya baru. Real Madrid secara historis memang bukan tim yang selalu berada di papan atas statistik lari dan pressing, tetapi mereka pernah meningkatkan intensitas ketika pertandingan menuntut respons lebih agresif.

Era Zidane Memberikan Perbandingan

Tim Real Madrid asuhan Zinedine Zidane juga tidak dikenal sebagai pemimpin statistik lari dan pressing. Namun, skuad tersebut memiliki Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Gareth Bale, Luka Modric, Sergio Ramos, serta sejumlah pemain lain yang mampu mengubah pertandingan melalui kualitas individu.

Ketika pertandingan berjalan sulit, para pemain tersebut bisa meningkatkan level permainan dan menemukan cara untuk mengendalikan situasi. Kemampuan itu membuat kekurangan dalam statistik fisik tidak selalu menjadi persoalan utama bagi Real Madrid pada periode tersebut.

Kondisi sekarang berbeda. Jika para pemain tidak mampu menentukan hasil pertandingan lewat kualitas individu dan juga kesulitan mengontrol permainan melalui kerja kolektif, rendahnya intensitas lari bisa menjadi kelemahan yang jauh lebih besar.

Mourinho Dituntut Mengubah Karakter Tim

Mourinho baru bekerja selama beberapa bulan sehingga perubahan besar tidak bisa diharapkan secara instan. Namun, perbaikan kecil tetap menjadi tuntutan ketika sebuah klub sebesar Real Madrid berada dalam situasi sulit.

Salah satu perubahan yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk bermain lebih agresif ketika keadaan mengharuskannya. Pada era Zidane, Real Madrid mampu mengorbankan penguasaan bola dan bermain lebih keras ketika menghadapi pertandingan yang menuntut pendekatan tersebut.

Kini, kemampuan itu belum terlihat secara konsisten. Mourinho memiliki tugas untuk membangun kembali karakter tersebut agar Real Madrid tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga mampu berlari, melakukan pressing, dan bekerja lebih keras ketika pertandingan memasuki fase sulit.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah Mourinho bisa mengubah kebiasaan yang sudah berlangsung cukup lama. Jika masalah intensitas tidak segera diperbaiki, jarak enam poin dari Barcelona dapat menjadi salah satu persoalan yang semakin sulit dikejar sepanjang musim.

Sumber: The Real Champs

Klasemen

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal UEFA Nations League 2026/2027: 4 Big Match yang Tidak Boleh Dilewatkan

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan