10 Tahun Tsunami, Bagaimana Kehidupan Martunis 'Anak Angkat CR7'?

Jersey Portugal dengan nama Rui Costa dengan nomor punggung 10 sangat berharga untuk remaja Aceh, Martunis.

Diterbitkan 26 Desember 2014, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Aceh - Jersey Portugal dengan nama Rui Costa dengan nomor punggung 10 sangat berharga untuk remaja Aceh, Martunis. Kaos itu membuat dia terkenal dari bencana Tsunami Aceh, sepuluh tahun silam. Martunis menceritakan bencana yang mengubah hidupnya 1 dekade lalu. Ketika itu, dia bersama ibu dan adiknya tengah berada di mobil untuk melarikan diri dari bencana Tsunami. Namun upayanya sia-sia. Tanpa ampun, gelombang besar air menggulung mobil mereka.Ketika air menyapu, Martunis dan ibu beserta adiknya terpisah. Martunis berhasil bertahan dari ganasnya gelombang Tsunami yang membawanya ke tengah laut. Dia pun mengapung selama 21 hari. Saat itu, Martunis yang dikelilingi puing-puing kehancuran berpikir kalau dia adalah mahluk terakhir di Bumi.Setelah 21 hari mengapung di laut, Martunis ditemukan tim medis hanya menggunakan jersey Portugal kebanggaannya itu. Begitu diserahkan ke dokter, dia tidak mempunyai tenaga sedikit pun, bahkan Martunis tampak bingung dengan keadaan disekitarnya."Saya memakai baju ini selama 21 hari dan mengambang di laut," kenang Martunis saat menceritakan pengalaman hidupnya di bencana Tsunani, 26 Desember 2004, katanya seperti dikutip Yahoo Sport.Martunis yang kini sudah berusia 18 tahun memang fans berat Portugal. Martunis yang kala itu berusia 8 tahun tidak  menyangka, kaus merah marun dengan logo di dada kiri membuat dia disorot dunia. Sebab kaos tersebut mengantarkan dia bertemu dengan pemain Timnas Portugal, termasuk bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo."Saya sangat senang ketika memegang baju ini. Bagi saya, ini membawa kenangan yang tidak terlupakan. Saya bangga dengan jersey ini," dia menuturkan.

Bersambung ke halaman selanjutnya >>

Tidak Mengenali Ayahnya

Tidak mengenali Ayahnya

Ketika berada di tangan dokter, Martunis dipertemukan dengan ayahnya yang juga selamat dari salah satu bencana terdahsyat di dunia itu.

Karena terlalu lelah dan tidak mengingat apapun lagi, Martunis sempat tidak menyadari kalau pria yang berdiri di depannya itu adalah sang Ayah.

"Saya membawa Martunis ke rumah sakit dan berkata: Anak ini baru saja ditemukan," kata Mohammad Hatta, tim medis yang menemukan Martunis di pinggiran pantai Aceh.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya merasa saat ditemukan, itu adalah kekuatan terakhirnya. Jika kami terlambat, dia sudah tidak bersama kita lagi," tambahnya. "Kemudian saya berkata kepada ayahnya: 'Dia masih bingung dan mencoba melupakannya. Perlahan-lahan saja'," cerita Martunis.Ketika sang ayah memasuki kamar Martunis di rumah sakit, bocah yang ketika itu berusia delapan tahun hanya menatap dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. "Saya berkata kepada Martunis: Apakah kamu kenal dengan dia? Dia adalah ayahmu." ucap Hatta. "Kemudian ayahnya berjalan dan Martunis mulai menangis." Bersambung ke halaman selanjutnya >>

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan