Kisah Tragis 4 Final Indonesia di Piala AFF

Empat kali ke partai pamungkas Piala AFF, Indonesia belum pernah sekalipun juara.

Diterbitkan 20 November 2014, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Indonesia punya keuntungan berstatus sebagai tuan rumah. Pertandingan berjalan seimbang di waktu normal. Kedua kubu saling berbalas gol. Gendut Doni kembali tampil menjadi penyelamat. Pemain Persija Jakarta itu mencetak gol penyeimbang Indonesia di menit 79 untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2.

Pertandingan sama kuat hingga extra-time babak kedua. Adu penalti menjadi penentu pemenang di pertandingan tersebut. Namun, publik tuan rumah harus gigit jari setelah dua algojo Indonesia, 'Bejo' Sugiantoro dan Sandy Firmansyah gagal mengeksekusi penalti. Sedangkan, 4 eksekutor Thailand menjalankan tugas dengan sempurna. Gajah Putih berpesta di SUGBK

Sejak saat itu, Thailand menjadi musuh bebuyutan Indonesia...

Selanjutnya>>

Babak belur di tangan Singapura

Untuk pertama kali, format final dua wilayah digunakan di Piala AFF 2004. Indonesia tiga kali melangkah ke partai pamungkas. Faktor tuan rumah ternyata tidak menjadi jaminan, Indonesia bisa menang. Terbukti, di leg pertama, pada 8 Januari 2005,Singapura menang besar 3-1. Daniel Bennet, Khairul Amri, dan Agu Casmir mencetak gol kemenangan Singapura dengan skor 3-1. Satu gol Indonesia dicetak Ilham Jayakesuma.

Di pertemuan kedua, Indonesia kembali tidak berkutik setelah mengalami kekalahan 1-2 pada 16 Januari 2005. Indra Shahdan Daud dan Agu Casmir. Gol tunggal Indonesia diciptakan Elie Aiboy. Ketika itu, Indonesia ditangani pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev.

Tiga kali final, tiga kali pula gelar Indonesia melayang.

Kenangan 2010, Selengkapnya>>

Indonesia diganyang Malaysia

Setelah dua edisi absen di final, Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk memajang trofi 'keramat' Piala AFF di kantor PSSI. Berstatus sebagai tuan rumah, Firman Utina membawa Indonesia menjejakkan kaki di final 2010. Di final, Indonesia bersua saudara serumpun, Malaysia.

Harimau Malaya menjadi ujian terakhir Garuda. Tapi lagi-lagi, dukungan jutaan suporter di pelosok negeri tidak mampu membawa Indonesia tampil sebagai juara. Dalam leg 1 di Malaysia, Indonesia menyerah dengan skor telak 0-3. Safee Sali--ketika itu merumput di Indonesia bersama Pelita Jaya--menjadi mimpi buruk buat tim besutan Alfred Riedl. Dia mencetak dua gol. Satu gol tambahan Malaysia disarangkan Ashaari Shamsudin.

Tiga hari berselang, tepatnya 29 Desember 2010, Garuda ganti memukul Malaysia dengan skor 2-1. M Nasuha dan M Ridwan mencetak gol kemenangan. Sedangkan, 1 gol Indonesia disarangkan Safee Sali.

Tapi kemenangan itu tetap tidak berarti. Malaysia menang dengan agregat 4-2. Indonesia digayang Malaysia.

***

Kini mampukah Indonesia memutus kutukan partai puncak andai melaju hingga final AFF 2014?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan