Danantara Targetkan Tender 16 Proyek Waste to Energy Hingga Akhir 2026

CIO Danantara Pandu Sjahrir mengumumkan rencana tender proyek waste to energy di Jakarta dan Tangerang dalam dua pekan mendatang.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 13:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia menargetkan 15–16 proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) memasuki tahap tender hingga akhir 2026. Program ini menjadi bagian dari investasi strategis untuk memperbaiki pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mendorong transisi energi di Indonesia.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan bahwa pengembangan proyek tersebut membutuhkan kolaborasi dengan investor swasta untuk mempercepat pembangunan dan memperluas investasi.

"Yang ingin kami lakukan adalah menarik keterlibatan sektor swasta. Bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mengembangkan bisnis Indonesia," ujar Pandu dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pandu menyebutkan, proyek pengolahan sampah menjadi energi di Bali telah mencapai progres pembangunan sekitar 20 persen. Danantara menargetkan proyek tersebut selesai pada akhir 2027 atau awal 2028, sedangkan proyek di Bogor juga terus menunjukkan perkembangan pembangunan.

Danantara menargetkan delapan proyek tambahan memasuki tahap kolaborasi pada kuartal I 2027. Selain itu, Danantara berencana mengumumkan tender proyek di Jakarta dan Tangerang dalam dua pekan setelah forum tersebut.

 

Harus Beri Manfaat Bagi Masyarakat

Pandu menjelaskan, proyek pengolahan sampah menjadi energi tidak hanya berorientasi pada produksi energi, tetapi juga pada pengelolaan sampah dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Ini harus menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat. Kami memosisikan fasilitas ini sebagai tempat yang juga dapat menjadi ruang berkumpul bagi komunitas lokal," kata Pandu saat menjelaskan konsep fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Selain proyek pengolahan sampah, Danantara mengembangkan investasi di sektor energi, penerbangan, dan kendaraan listrik. Danantara berinvestasi bersama mitra lokal di perusahaan energi HighPeak Energy dengan target meningkatkan kapasitas produksi dari sekitar 50.000 barel menjadi 100.000 barel.

Di sektor penerbangan, Danantara bekerja sama dengan SMBC Aviation Capital untuk mengembangkan bisnis pembiayaan dan penyewaan pesawat. Danantara juga mendorong pengembangan bus listrik bersama produsen dalam negeri untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Pandu menegaskan, Danantara mempertimbangkan imbal hasil komersial dan dampak strategis dalam setiap investasi. Danantara juga menerapkan manajemen risiko, tata kelola berlapis, dan disiplin keuangan untuk menjaga keberlanjutan investasi serta membuka peluang partisipasi modal swasta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6