Liputan6.com, Jakarta - Asia Tenggara mengadopsi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dengan kecepatan luar biasa, tetapi untuk menghasilkan uang dari AI dibutuhkan lebih dari pembelian pelanggan. Adopsi AI di wilayah ini sudah mencapai sekitar 243 juta orang dalam kurang dari tiga tahun.
Hal itu menurut laporan tahunan e-Conomy SEA yang dirilis Rabu, 21 Oktober 2026 oleh Google, Temasek dan Bain & Company.
Angka ini setara dengan 58% populasi pekerja, dengan adopsi yang berjalan empat kali lebih cepat dari penggunaan internet mobile. Namun, hanya 1-2% dari populasi Asia Tenggara yang membayar langganan AI pribadi, menyoroti kesenjangan antara adopsi masif dan pengeluaran langsung konsumen.
Advertisement
Melansir CNBC, Jumat (23/10/2026), rekan di Bain & Company, Florian Hoppe, mengatakan bisnis telah menemukan cara lain untuk memanfaatkan AI secara komersial, mulai dari pembelanjaan daring hingga iklan digital.
Perusahaan telah menggunakan AI untuk meningkatkan tingkat konversi e-commerce dan menangani pertanyaan pelanggan, sehingga karyawan dapat fokus pada tugas lain, ujarnya.
Lalu, pelanggan juga mungkin secara tidak langsung “membayar” AI saat membeli produk yang dikembangkan dengan teknologi tersebut.
Penemuan ini muncul seiring ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan akan tumbuh 17% ke US$ 368 miliar, atau Rp 6.638 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040) dalam nilai barang bruto tahun ini. Selain itu, pasar tersebut juga diperkirakan melampaui US$ 1 triliun (Rp 18.040 triliun) pada 2035, menurut laporan itu.
Antusiasme Penggunaan Teknologi Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365737/original/008765600_1791191279-igor-omilaev-FHgWFzDDAOs-unsplash.jpg)
Selain itu, Hoppe juga merujuk pada faktor lain yang mendorong antusiasme masyarakat di Asia Tenggara terhadap AI, yakni ketersediaannya untuk mengadopsi teknologi baru. Dia mengatakan konsumen menunjukkan sikap “optimisme pragmatik” terhadap AI dengan menggunakan teknologi tersebut untuk keuntungan praktis.
Secara historis, wilayah ini kerap menjadi salah satu yang paling aktif menggunakan platform digital dalam basis per kapita.
“Mereka sangat eksperimental,” ujar Hoppe.
Dia menambahkan bahwa dalam pasar individual, Singapura memimpin Asia Tenggara dalam adopsi AI paling awal.
Keterbukaan ini menuntun pada penggunaan otonom AI, dengan 75% pengguna bersedia untuk mencari harga terbaik dan melakukan pembelian untuk mereka. Laporan menunjukkan bahwa rasa percaya diri juga bertambah, dengan 62% responden mengatakan mereka kini lebih percaya alat AI dibanding satu tahun lalu.
Meskipun adopsinya masif, orang di Asia Tenggara masih menggunakan AI lebih sedikit dibanding AS, dengan penggunaan per orang hanya mencapai 10% dari level AS.
Advertisement
Peran AI dalam Pembelian Online dan Iklan Digital
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3301492/original/082601800_1605800093-Belanja_Online.jpg)
Namun, untuk perusahaan, potensi keuntungannya semakin nyata. Sekitar 69% orang yang berbelanja menggunakan AI untuk membandingkan pembelian kompleks seperti alat elektronik. Sementara, studi kasus awal menunjukkanAI membantu perusahaan meningkatkan tingkat konversi sebesar 10% yoy (year-on-year) dan menaikkan jumlah rata-rata yang dibelanjakan pelanggan per pesanan hingga 75%.
Contohnya adalah Shopee, salah satu platform e-commerce, yang kini menangani sekitar 80% pertanyaan pelanggan dengan chatbot AI, sehingga biaya per kontak pelanggannya terpangkas 30% yoy.
Sementara, di media online, Hoppe menyoroti adanya “kenaikan yang signifikan” dalam tingkat klik iklan dan konversi berkat iklan yang didukung kecerdasan buatan serta penargetan yang lebih baik.
Namun, dampak AI bukan hanya terbatas pada pembelanjaan online. AI kini membantu turis merencanakan perjalanan, membuat iklan digital semakin efektif, dan memungkinkan pemesanan dengan bantuan suara untuk layanan transportasi online dan pengiriman makanan.
Selain itu, pasar perjalanan online Asia diproyeksikan tumbuh 10% ke US$ 59 miliar (Rp 1.064 triliun) dalam nilai barang bruto tahun ini. Pendapatan media online, termasuk iklan digital dan layanan streaming, diperkirakan akan naik 22% menjadi US$ 44 miliar (Rp 793,7 triliun), sementara layanan pemesanan kendaraan dan pengiriman makanan diproyeksikan tumbuh 15% menjadi US$ 40 miliar (Rp 721,6 triliun) dalam nilai barang bruto, menurut laporan tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4861433/original/032211800_1718186207-road-ahead-vKZe1n-4RYo-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4611754/original/081216400_1697423731-woman-carrying-cardboard-box-side-view.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3370456/original/040611200_1612680566-Miliarder.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379070/original/075446700_1792573473-Indonesia_Workspace_and_Virtual_Office.jpg)