Liputan6.com, Jakarta - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melambung tinggi memicu inflasi dan menyedot lebih banyak uang warga Amerika Serikat. Meski begitu, masyarakat masih rela merogoh kocek lebih dalam untuk berbelanja, sehingga roda perekonomian tetap berputar, setidaknya untuk saat ini.
Rentetan data ekonomi yang dirilis pihak AS menunjukkan bahwa inflasi mengalami percepatan bulan lalu. Kenaikan harga minyak dan bensin mulai merembet ke sektor ekonomi lainnya, termasuk jasa pengiriman dan pergudangan, sebelum akhirnya berdampak langsung pada mayoritas masyarakat.
Mengutip Los Angeles Times, Kamis (22/10/2026), harga bahan pangan di tingkat grosir juga melonjak naik, yang berpotensi membuat harga bahan pokok di pasar makin mahal dalam beberapa bulan ke depan.
Advertisement
Di saat yang sama, data menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masyarakat justru meningkat. Meski sebagian besar kenaikan ini terjadi akibat harga barang yang memang sudah mahal, ketahanan konsumen inilah yang menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi AS.
Di sisi lain, para pekerja masih menikmati tingkat keamanan kerja yang tergolong tinggi meski ada beberapa gelombang PHK di sana-sini. Hal inilah yang memicu mereka untuk tetap belanja, walaupun berbagai survei menunjukkan bahwa banyak warga Amerika merasa pesimis melihat prospek ekonomi saat ini.
Secara keseluruhan, fenomena ini menggambarkan kondisi ekonomi tempat orang-orang tetap belanja meski hati mereka sebenarnya cemas.
"Konsumen mungkin menahan kemarahan mereka dan tetap melangkah di tengah tingginya harga bensin," ujar Chief Investment Officer di Plante Moran Financial Advisors, Jim Baird.
"Mereka tidak senang, tapi mereka tetap saja belanja."
Beban Produsen Membengkak Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739023/original/098035700_1707469901-Ilustrasi_belanja__supermarket__produk_lokal.jpg)
Laporan harga grosir menjelaskan alasan di balik kelesuan tersebut. Indeks Harga Produsen (PPI) yang mengukur biaya sebelum barang sampai ke konsumen, melonjak 6,3% pada bulan September dibandingkan tahun lalu. Ini merupakan kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun terakhir. Secara bulanan, harga melonjak 1,3% dari Agustus ke September, yang dipicu oleh kenaikan harga bensin sebesar 20%.
Melonjaknya harga solar membuat biaya pengiriman makin mahal karena truk jarak jauh dan kereta barang sangat bergantung pada bahan bakar ini. Pembengkakan biaya transportasi turut mendorong kenaikan harga pangan sebesar 1,2% dari Agustus ke September, yang merupakan rekor kenaikan bulanan tertinggi sejak Februari.
Laporan harga grosir ini menyusul angka harga konsumen terbaru, di mana inflasi tercatat naik menjadi 3,7% pada bulan September, jauh di atas target Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang sebesar 2%.
"Lonjakan biaya transportasi berdampak pada semua barang di dalam perekonomian. Bahan baku pabrik diangkut ke lokasi produksi, dan barang di setiap tahap produksi dipindahkan dari produsen ke grosir hingga ke pengecer menggunakan truk atau kereta," tulis Carl Weinberg, Kepala Ekonom di High Frequency Economics.
"Inilah cara kenaikan harga energi 'merembet' ke harga barang-barang pokok."
Advertisement
Petani Bergantung Pada Solar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013638/original/093567700_1732075489-Depositphotos_750015376_L.jpg)
Para petani juga bergantung pada solar untuk menjalankan sebagian besar alat berat mereka, yang berpotensi terus mendongkrak harga pangan. Menurut data AAAÂ (American Automobile Association), harga solar rata-rata secara nasional di AS mencapai US$ 6,32 per galon, naik drastis dari US$ 3,66 pada tahun lalu.
Di tengah tekanan biaya tersebut, penjualan eceran (retail) masih tumbuh solid sebesar 0,8% dari bulan Agustus, melebihi perkiraan para ekonom. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pengeluaran di SPBU sebesar 6,4%. Namun, masyarakat juga tetap membelanjakan uangnya di sektor lain, termasuk peningkatan belanja sebesar 1,1% di restoran dan bar.
Jika pengeluaran untuk bensin tidak dihitung, penjualan eceran hanya naik tipis 0,2% bulan lalu, di mana sebagian besar angka tersebut juga mencerminkan kenaikan harga barang.
Para ekonom menilai, selama angka pengangguran tetap rendah dan warga Amerika terus bekerja, tingkat konsumsi diperkirakan akan tetap bertahan. Meskipun pembukaan lapangan kerja baru tergolong lambat, angka PHK juga terbilang sangat rendah.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548136/original/050648000_1775527655-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T090530.071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4819848/original/015909300_1714654120-aleks-marinkovic-RaJJDlGu0x8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376196/original/052994500_1792312230-AP26290571270648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371028/original/033585000_1791727632-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_20.51.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376791/original/082535500_1792393050-Gemini_Generated_Image_yf3vzkyf3vzkyf3v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356318/original/076288300_1790159443-01M36SJK5DK4H7M2Q8EPZJ877Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739023/original/098035700_1707469901-Ilustrasi_belanja__supermarket__produk_lokal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3506308/original/085465500_1625833796-scott-warman-NpNvI4ilT4A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368587/original/028877400_1791441150-2ec086b5-a6a2-4ebc-839e-457ec7f71f23.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4411423/original/063101400_1682935502-maddi-bazzocco-Hz4FAtKSLKo-unsplash-min.jpg)